Ngebut Terus, Saham MLPL 'Ditilang' BEI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 08 Jun 2021 10:39 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Perdagangan saham PT Multipolar Tbk (MLPL) dihentikan perdagangannya oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Penghentian sementara dilakukan sejak sesi I perdagangan hari ini tanggal 8 Juni 2021.

Perdagangan saham MLPL di pasar reguler dan pasar tunai dihentikan imbas dari peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham MLPL.

"PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham MLPL di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I perdagangan tanggal 8 Juni 2021, sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut," dikutip detikcom dari keterangan Bursa Efek Indonesia, Selasa (8/6/2021).

Saham MLPL sendiri terparkir di level Rp 675 per lembar saham pada perdagangan hari Senin 7 Juni 2021. Saham MLPL ditutup menguat 17,39%.

Saham MLPL telah menguat sejak sebulan lalu, tercatat saham menguat hingga 212,50%. Bila ditarik ke seminggu belakangan saham MLPL juga menguat sampai 41,21%.

Perseroan belum lama ini melakukan aksi korporasi dengan berinvestasi ke perusahaan startup Ruangguru. Presiden Direktur MLPL Adrian Suherman mengatakan nilai investasi perusahaan sudah mencapai Rp 700 miliar.

MLPL melalui anak perusahaan, PT Nusa Jaya Cipta juga telah berinvestasi di Ruangguru kurang lebih Rp 21 miliar dengan presentase kepemilikan saham 3,38%.

"Ke depan, MLPL terus akan mengantar Ruangguru hingga menyandang status unicorn. Ruangguru adalah salah satu investasi perseroan di bidang digital startup. Kami percaya investasi ini akan menghasilkan imbal balik yang baik, yang akan kami sampaikan pada waktunya," katanya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (27/5/2021).

Meski begitu, Adrian menegaskan bahwa MLPL bukan merupakan pihak pengendali Ruangguru. Dengan investasi yang dilakukan, dia yakin tidak akan terdampak pada operasional dan kinerja keuangan perseroan.

Lihat juga Video: Demam Investasi saat Pandemi, Ada yang Untung dan Merugi

[Gambas:Video 20detik]



(hal/das)