Bumi Jual Sahamnya di KPC dan Arutmin
Jumat, 17 Mar 2006 00:11 WIB
Jakarta -
Bumi Resources Tbk akan menjual seluruh kepemilikan sahamnya di dua anak usahanya yakni KPC dan Arutmin. Kesepakatan penandatanganan jual beli ini akan dilakukan, Jumat (17/3/2006) ini.Namun kabar ini dibantah Presiden Direktur Bumi Ari S Hudaya kepada detikcom, Kamis (16/3/2006) malam ini. "Tidak. Saya juga bingung kok ada berita yang beredar seperti itu," kata Ari.Namun menurut sumber detikcom, transaksi penjualan ini memiliki magnitut lebih besar dari yang dilakukan keluarga Sampoerna. Berbeda dengan Sampoerna yang uang hasil penjualan sahamnya masuk ke kantong pribadi pemilik saham, hasil penjualan anak usaha Bumi justru masuk ke kas perusahaan dan penggunanya akan dikontrol oleh bursa.Masih menurut sumber itu, kepemilikan saham Bumi di KPC sebesar 95 persen dan 100 persen memiliki Arutmin. Kedua anak usaha itu akan dijual ke satu konsorsium yang terdiri atas Mining Group Anglo, Farralon, Renaisance Capital (lokal) dan sejumlah bank. Dana mereka dari luar negeri, artinya tidak menggunakan dana domestik.Hal ini sama artinya ada dana segar masuk ke dalam negeri dan akan digunakan untuk investasi. Nilai jual beli ini diperkirakan mendekati US$ 3,2 miliar.Penandatanganan kesepakatan jual beli itu dilakukan di Jakarta Jumat ini. Closing transaksi ini akan dilakukan pertengahan Juni, setelah melalui berbagai persyaratan antara lain RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham.KPC disebut-sebut sebagai tambang batu bara paling besar cadangannya di dunia yang berlokasi di Kalimantan Timur. Tidak hanya itu, tambang yang dimilik KPC adalah tambang terbuka. Artinya tidak memerlukan biaya tambahan untuk penggalian di dalam perut bumi. Itulah penjelasan kenapa biaya produksi batubara oleh Bumi lebih rendah dibandingkan perusahaan lain. Sedangkan Arutmin memiliki tambang batubara di Kalimantan Selatan.Bumi akan Merger EMPMasih menurut sumber detikcom, setelah Bumi menjual seluruh sahamnya, Bumi akan berbisnis di bidang energi tapi tidak lagi sekadar menjual batu bara. Bumi akan mengakuisisi Energi Mega Persada (EMP) dengan fokus bisnis pada minyak dan gas bumi.Ladang yang dimiliki Bumi setelah membeli Energi, setidaknya ada 8 blok di dalam negeri antara lain blok Kangean, Blok Malacca dan dua blok di Yaman.Bumi masih akan bermain di batubara tapi akan memberi nilai tambah pada komoditas ini dengan mengubahnya menjadi liquid (coal to liquid). Untuk bisnis ini, Bumi menggandeng perusahaan tambang terbesar dari Afrika Selatan yakni SOAL. Pasalnya, SOAL telah memiliki teknologi membuat coal to liquid. Lokasi tambang batu bara bumi yang baru berada di Sumatra Selatan. Bumi juga akan masuk ke bisnis biji besi, tembaga dan bio disel.
(mar/)










































