Harga Wajar Bumi Bisa Rp 1.050

Lego 2 Usaha Batubara

Harga Wajar Bumi Bisa Rp 1.050

- detikFinance
Jumat, 17 Mar 2006 13:21 WIB
Jakarta - Harga saham PT Bumi Resources Tbk (Bumi) bisa melonjak jadi Rp 1.050 per saham setelah perseroan melego 2 anak perusahaannya ke Renaissance Capital senilai US$ 3,2 miliar.Saham BUMI sebelum disuspensi tercatat berada di level Rp 980. "Dan kalau dibuka (suspensinya), harga wajarnya bisa mencapai Rp 1.050," ujar analis dari Kuo Capital Raharja, Edwin Sinaga, dalam perbincangannya dengan detikcom, Jumat (17/3/2006).Otoritas bursa sendiri memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham Bumi setelah mencuatnya kabar penjualan 2 anak perusahaan batubara Bumi. Selanjutnya Bumi memberi konfirmasi bahwa pihaknya telah menandatangani perjanjian jual beli dengan PT Borneo Lumbung Energi yang merupakan afiliasi dari PT Renaissance Capital pada 16 Maret 2006.Perjanjian itu meliputi kesepakatan BUMI untuk menjual aset batubara yakni PT Arutmin (100%), PT Kaltim Prima Coal/KPC (95%) dan Indocoal Resources Limited (100%) yang merupakan induk Arutmin, dengan total nilai penjualan mencapai US$ 3,2 miliar.Namun untuk prospek saham Bumi ke depan, Edwin mengaku hal itu tergantung pada keputusan perseroan untuk mengganti dua portofolio aset yang selama ini memberi kontribusi besar bagi pendapatannya itu. Bumi sendiri dikabarkan akan mengakuisisi PT Energi Mega Persada dan PT Indonesia Power. Hingga kini, belum ada konfirmasi perihal rencana tersebut. Yang pasti, Bumi ingin banting setir ke bisnis migas dan energi alternatif lainnya.Sementara Alfiansyah dari Sinar Mas Sekuritas mengatakan, meski dari sisi pendapatan berdampak baik, namun penjualan 2 anak perusahaan itu dapat pula berdampak negatif. Pasalnya, dua aset yang dijual yakni KPC dan Arutmin selama ini memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan Bumi. "Tapi mereka kan sudah mengatakan dananya akan digunakan untuk fokus pada minyak yang direalisasikan dengan rencana mengakuisisi Energi Mega Persada," ujarnya.Jika dana penjualan senilai US$ 3,2 miliar itu masuk, maka akan mendongkrak pendapatan per saham Bumi yakni bisa mencapai Rp 1.500-1.600.Bumi Resources semula bernama PT Bumi Modern Tbk. Didirikan pada tahun 1973, Bumi Modern semula bergerak di bidang perhotelan dan pariwisata. Namun pada tahun 2000, Bumi Modern banting setir dari bisnis perhotelan ke industri minyak dan gas alam dan berganti nama menjadi PT Bumi Resources.Banting setir itu tampaknya sukses. Pada tahun 2003, Bumi berhasil meraih laba bersih hingga Rp 146 miliar, atau naik hingga Rp 127 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Laba itu disumbang oleh penjualan bersih yang mencapai Rp 3,734 triliun. Pemegang saham Bumi saat ini adalah publik (52,96%), PT Asuransi Jiwasraya (2,17%), JP Morgan Singapura (2,92%), HSBC Bank PlC (4,43%), Long Haul Holding Ltd (14,77%), Bank of New York (22,77%). (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads