IHSG Kembali Pecahkan Rekor Baru
Jumat, 17 Mar 2006 16:50 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin berlari kencang dan mengukir rekor baru di level 1.305,178 atau naik 31,381 poin (2,46%). Masuknya dana dari investor asing membuat pasar saham sangat bergairah pada penutupan akhir pekan Jumat (17/3/2006).Rekor anyar di level psikologis baru ini memecahkan indeks tertinggi sebelumnya di posisi 1.273,797 pada Kamis kemarin (16/3/2006).Investor mengejar saham-saham unggulan termasuk saham perbankan yang dalam sepekan terakhir dijauhi karena buruknya kinerja perbankan 2005.Namun sentimen turunnya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dari 12,74 persen menjadi 12,7 persen, memacu investor untuk kembali mengoleksi saham perbankan. Posisi rupiah yang bertahan dibawah 9.200 atau tepatnya di level 9.162 per dolar AS, turut memberikan kepercayaan kepada investor untuk masuk saham.Sentimen individu oleh aksi korporasi Bumi Resources yang menjual tiga anak usahanya PT Kaltim Prima Coal, PT Arutmin Indonesia dan Indocoal Resources Limited, ikut memberi sentimen di lantai bursa.Indeks LQ-45 naik 8,177 poin pada level 289,262, Jakarta Islamic Index (JII) naik 6,515 poin pada level 232,367, Main Board Index (MBX) naik 9,912 poin pada level 357,709 dan Development Board Index (DBX) naik 0,862 poin pada level 258,886.Perdagangan di seluruh pasar berlangsung semarak, dengan mencatat transaksi sebanyak 26.284 kali, pada volume 3,487 miliar unit saham, senilai Rp 2,870 triliun. Dari jumlah saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 74 saham naik, 42 saham turun dan 81 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Astra Internasional (ASII) naik Rp 450 menjadi Rp 11.000, Telkom (TLKM) naik Rp 350 menjadi Rp 6.750, Indosat (ISAT) naik Rp 275 menjadi Rp 5.300, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 275 menjadi Rp 4.500, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 225 menjadi Rp 4.025.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser dialami oleh saham-saham lapis kedua, seperti Bank Mega (MEGA) turun Rp 100 menjadi Rp 2.000, Japfa Comfeed (JPFA) turun Rp 25 menjadi Rp 260, Summitplast (SMPL) turun Rp 10 menjadi Rp 165, Multipolar (MLPL) turun Rp 5 menjadi Rp 145 dan Bank Internasional Indonesia (BNII) turun Rp 5 menjadi Rp 150.
(ir/)











































