Yusuf Mansur Beli 250 Juta Saham Bank Milik Hary Tanoe

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 22 Jun 2021 12:43 WIB
Yusuf Mansur lawan COVID-19
Foto: dok. Instagram Yusuf Mansur
Jakarta -

Ustaz kondang Yusuf Mansur membeli saham PT Bank MNC Internasional Tbk. Yusuf Mansur membeli saham perusahaan berkode BABP itu lewat konsorsium yang dipimpinnya.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (22/6/2021), Yusuf Mansur membeli 250 juta saham perseroan dari Windly Ltd, perusahaan afiliasi PT MNC Kapital Indonesia Tbk.

Lewat pembelian saham ini kedua belah pihak menyepakati komitmen promosi layanan MotionBanking keluaran MNC Bank. Ustad Yusuf Mansur akan mempromosikan pembukaan rekening MotionBanking kepada jaringan yang dikelolanya, perkiraannya mencapai total 10 juta orang.

Jaringan yang dimaksud adalah rumah tahfizh se-Indonesia dan mancanegara yang menjangkau Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Arab Saudi, Malaysia, Singapura, Turki, hingga Mesir. Kemudian, jaringan Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an se-Indonesia, di mana sekarang sudah mencapai 48 cabang. Ada juga jaringan Paytren dan Treninet.

Dengan adanya kerja sama ini, Yusuf Mansur optimistis dapat ikut ambil bagian dalam meningkatkan jumlah nasabah MotionBanking setidaknya satu juta dalam waktu
tiga bulan.

"Kami senang dan bangga bisa menjadi bagian dari pertumbuhan MotionBanking, platform kebanggaan anak bangsa menuju digital banking terbaik di Indonesia. Melalui kerja sama strategis ini, saya bersama konsorsium akan mendukung penuh peningkatan jumlah nasabah baru MotionBanking, mempromosikannya ke dalam jaringan yang saya kelola," kata Yusuf Mansur dalam keterbukaan informasi BCAP.

Yusuf Mansur mengatakan pembukaan rekening MotionBanking cukup mudah, hanya perlu selfie bersama e-KTP. Hal ini membuat dia optimis bisa memberi andil dalam menggaet 1 juta nasabah dalam waktu 3 bulan. Target besarnya bisa mencapai 3 juta pengguna baru hingga akhir 2021.

"Saya percaya layanan MotionBanking dijamin aman, penuh berkah dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia," pungkas Yusuf Mansur.

Lihat juga video 'Demam Investasi saat Pandemi, Ada yang Untung dan Merugi':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/ara)