Wall Street Cetak Rekor Gara-gara Kesepakatan Infrastruktur Joe Biden

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 25 Jun 2021 08:25 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Pasar saham Amerika Serikat (AS) mengalami reli yang cukup kuat pada perdagangan Kamis. Sentimen positifnya datang dari Presiden AS Joe Biden yang mengumumkan tercapainya perjanjian bipartisan pada kesepakatan di bidang infrastruktur.

Para indeks di Wall Street pun melesat dan mencapai rekor tertinggi dengan naik lebih dari 320 poin. Demikian dilansir CNN, Jumat (25/6/2021).

"Kami punya kesepakatan," kata Biden.

Meski begitu proposal itu masih harus mendapatkan dukungan dari parlemen. Masih belum jelas apakah perjanjian bipartit infrastruktur itu akan mendapat dukungan yang cukup di Senat.

Sebenarnya pasar saham AS sudah bergerak positif sebelum pernyataan Biden. Namun setelah itu diumumkan kenaikan saham-saham AS semakin tinggi.

Indeks Dow Jones ditutup bertambah 323 poin, atau naik hampir 1%, indeks S&P 500 ditutup naik 0,6%, sedangkan indeks Nasdaq Composite ditutup 0,7% lebih tinggi.

"Pasar tampaknya antusias tentang prospek kesepakatan yang dicapai pada kesepakatan infrastruktur," kata Kepala Manajemen Investasi Commonwealth Financial Network, Brian Price.

Kesepakatan proyek infrastruktur itu dalam rencananya akan bernilai US$ 1,2 triliun selama delapan tahun ke depan, menurut beberapa sumber. Jika benar angka itu masih jauh lebih kecil dari rencana awal Presiden senilai US$ 2,25 triliun.

"Menurut perkiraan saya, perjanjian ini merupakan peluang langka untuk mengangkat jalur pertumbuhan jangka panjang ekonomi, produktivitas, dan standar hidup individu Amerika," kata Joe Brusuelas, kepala ekonom di RSM US.

(das/ara)