IHSG Membumbung 24 Poin

Rekor Baru Terus Bermunculan

IHSG Membumbung 24 Poin

- detikFinance
Senin, 20 Mar 2006 16:39 WIB
Jakarta - Rekor-rekor baru kembali bermuculan, menyusul bullish-nya pasar saham di Bursa Efek Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Senin (20/3/2006), terus menanjak 24,935 poin pada level 1.330,113.Mengalirnya dana investor asing yang memborong saham-saham blue chip, mengangkat indeks ke level terbaiknya dalam sejarah pasar modal Indonesia."Kenaikan hari ini juga terpengaruh oleh tidak jadinya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang mendorong positif kenaikan indeks," kata Dwika Elizabeth, analis dari Mega Kapital, Senin (20/3/2006).Selain itu, indeks juga telah menyentuh titik resistance di level 1.260, sehingga kecenderungannya akan meningkat ke posisi 1.350.Membaiknya kinerja laporan keuangan emiten 2005, seperti sektor telekomunikasi dan pertambangan ikut memberikan kepercayaan diri kepada investor. Sementara faktor rupiah dan turunnya suku bunga tetap menjadi penopang sentimen positif di pasar.Indeks LQ-45 naik 6,253 poin pada level 295,515, Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,869 poin pada level 236,236, Main Board Index (MBX) naik 7,808 poin pada level 365,517 dan Development Board Index (DBX) naik 0,962 poin pada level 259,848.Perdagangan di pasar reguler berlangsung ramai dengan transaksi yang terjadi sebanyak 24.392 kali, pada volume 7.335.750 lot saham, senilai Rp 2,454 triliun. Sebanyak 87 saham naik, 36 saham turun dan 240 saham stagnan.Saham-saham yang terus melejit harganya di top gainer antara lain, Astra Internasional (ASII) naik Rp 400 menjadi Rp 11.400, Telkom (TLKM) naik Rp 250 menjadi Rp 7.000, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 150 menjadi Rp 9.750, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 150 menjadi Rp 4.175, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 70 menjadi Rp 1.710 dan Indosat (ISAT) naik Rp 50 menjadi Rp 5.350.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 200 menjadi Rp 24.300, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 50 menjadi Rp 6.150, Kalbe Farma (KLBF) turun Rp 30 menjadi Rp 1.370, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 25 menjadi Rp 4.500 dan Unilever (UNVR) turun Rp 25 menjadi Rp 4.275. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads