Produksi Emas Antam 2006 Akan Turun 18,92%

Produksi Emas Antam 2006 Akan Turun 18,92%

- detikFinance
Senin, 20 Mar 2006 16:50 WIB
Jakarta - Perusahaan tambang pelat merah, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan kembali mengalami penurunan produksi emas hingga 18,92 persen menjadi 2.360 kilogram (kg) pada tahun ini. Tahun 2005 produksi Antam sebesar 2.911 kg, juga lebih rendah 22 persen dibanding tahun sebelumnya.Penurunan produksi ini karena Antam, sedang melakukan optimasi desain dan rencana tambang emas Pongkor karena adanya struktur batuan dalam tambang yang rapuh. Selain untuk meningkatkan kondisi kerja yang aman serta meningkatkan tingkat produksi.Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama Antam, D. Aditya Sumanagara dalam penjelasan tertulis, Senin (20/3/2006).Menurut Aditya, redesain ini akan meningkatkan reinforcement dinding tambang yang lebih rapuh dan memodifikasi urutan penambangan sehingga dapat meningkatkan jumlah stope (area penambangan bijih emas yang mengikuti arah urat emas dengan derajat kemiringan yang relatif datar) yang ada. Antam juga akan mengkaji apakah deviasi (penyimpangan) kadar bijih yang ada disebabkan oleh perubahan sifat geologis atau akibat adanya dilusi dari batuan samping (waste rock). Untuk mengantisipasi penurunan penjualan emas, Antam akan mengalihkannya dengan menaikkan volume penjualan bijih nikel saprolit dari 3,1 juta wmt menjadi 3,5 juta wmt. Selain itu juga meningkatkan penjualan bijih bauksit dari 1,5 juta wmt menjadi 2 juta wmt. Pada tahun 2006, Antam telah memperkirakan kenaikan pendapatan yang signifikan seiring naiknya penjualan nikel dengan beroperasinya pabrik FeNi III.Dikatakan, redesain tambang pongkor merupakan salah satu langkah untuk mempertahankan emas dan perak sebagai komoditas utama Antam. Pekerjaan redesain dan konstruksi stope baru ini diperkirakan akan memakan waktu satu tahun dengan estimasi biaya Rp 3 miliar.Saat ini perseroan menargetkan peningkatan jumlah cadangan dan pendapatan dari emas melalui proyek patungan, akusisi dan eksplorasi. Peningkatan imbal hasil dari komoditas emas diharapkan berasal dari PT Nusa Halmahera Minerals yang 17,5 persen yang sahamnya dimiliki Antam. Serta proyek patungan Cibaliung yang 10,25 persen sahamnya dimiliki Antam."PT Nusa Halmahera Minerals akan segera memulai produksi dari deposit baru dan proyek patungan Cibaliung akan memulai produksi di akhir tahun ini," jelas Aditya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads