Investasi Baru PT BUMI Butuh US$ 3,4 Miliar

Investasi Baru PT BUMI Butuh US$ 3,4 Miliar

- detikFinance
Selasa, 21 Mar 2006 00:05 WIB
Jakarta - Setelah menjual tiga anak usahanya senilai US$ 3,2 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih membutuhkan tambahan modal untuk ekspansi bisnis barunya. Untuk masuk ke bidang synthetic oil dengan bahan baku batubara cair, BUMI membutuhkan investasi sebesar US$ 3,4 miliar."Uang hasil penjualan anak usaha BUMI, sebagian untuk membayar utang Energi (PT Energi Mega Persada Tbk) sebesar US$ 500 juta dan sisanya untuk investasi baru," kata Direktur Bumi Ari Saptari Hudaya usai bertemu dengan Direksi Bursa Efek Jakarta, Senin (20/3/2006).Dikatakan Ari, saat ini perseroan telah melakukan pembicaraan dengan tiga perusahaan dari tiga negara yaitu Amerika Serikat, Afrika Selatan dan Jepang terkait bisnis synthetic oil tersebut. Salah satu perusahaan yang dilirik BUMI adalah Sasol Ltd yaitu perusahaan tambang asal Afrika Selatan yang memiliki teknologi batubara cair. Ari mengatakan tambahan dana US$ 700 juta yang dibutuhkan untuk berinvestasi ke synthetic oil tersebut akan berasal dari pinjaman atau dengan mencari partner usaha."Investasi US$ 3,4 miliar, sisanya US$ 700 juta pinjam atau cari partner. Mungkin kita kalau bisa ada partner juga. Partnernya salah satu dari tiga (negara) itu," jelas Ari. Selain itu, Ari juga mengatakan perseroan akan berinvestasi di tambang emas dan bijih besi. Ketika ditanya tentang beredarnya isu bahwa perseroan akan membeli saham PT Freeport Indonesia atau PT Newmont Minahasa Raya dari uang penjualan anak usahanya, Ari menyangkal isu tersebut. "Enggak, enggak bukan untuk membeli Freeport dan Newmont," ujarnya. (atq/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads