RS Bunda Resmi IPO, Tawarkan Harga Rp 340/Saham

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 06 Jul 2021 09:36 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Salah satu perusahaan layanan kesehatan di Indonesia melakukan penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO). Perusahaan itu adalah PT Bundamedik Tbk (Perseroan) yang memiliki kode saham BMHS.

BMHS secara resmi menawarkan sebanyak 682 juta lembar saham baru dalam IPO yang dilakukan hari ini, Selasa (6/7/2021). Jumlah itu setara dengan 7,93% dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum.

BMHS menawarkan sahamnya seharga Rp 340 per lembar saham. Saham Perseroan masuk dalam Daftar Efek Syariah, berdasarkan surat keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: Kep-28/D.04/2021, tanggal 28 Juni 2021 tentang Penetapan Saham PT Bundamedik Tbk Sebagai Efek Syariah.

"PT Bundamedik Tbk bergerak di bidang pelayanan kesehatan, diawali dengan didirikannya RS Bunda Jakarta. BMHS menaungi rumah sakit umum dan rumah sakit ibu dan anak bunda dengan mengedepankan teknologi. Salah satunya dengan robitic surgery, yang jadi satu-satunya pelayanan di Indonesia," kata Direktur BMHS Nurhadi Yudiyantho, dalam seremoni virtual IPO BMHS, Selasa (6/7/2021).

Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum ini sekitar Rp 232 miliar dan akan digunakan oleh Perseroan untuk membeli kembali sisa pokok obligasi Perseroan setelah pelaksanaan konversi obligasi.

Lalu sisanya juga digunakan untuk modal kerja, antara lain pembelian obat, alat medis, dan kebutuhan penunjang lainnya yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan operasional terkait pelayanan kesehatan.

BMHS didirikan pada tahun 1973 oleh Dr. Rizal Sini, SpOG, seorang praktisi medis senior yang bercita-cita untuk melayani kebutuhan kesehatan di Indonesia. Rumah sakit pertama yang didirikan oleh Perseroan adalah Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Jakarta.

Saat ini PT Bundamedik Tbk memiliki 5 rumah sakit, 2 klinik, 10 klinik bayi tabung, dan 19 laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia, di antaranya Jakarta, Depok, Padang.

Sebagai pengelola RSIA Bunda Jakarta, RSU Bunda Margonda, RSU Bunda Padang, RSU Bunda Jakarta dan RSIA Citra Ananda, saat ini BMHS memiliki kapasitas tempat tidur 433 buah, 73 dokter umum, 342 dokter spesialis serta 1.758 tenaga perawat dan staf pendukung lainnya.

Wishnutama Kusubandio yang merupakan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi salah satu sosok di balik perusahaan ini. Dia tercatat sebagai wakil komisaris utama.

Simak juga 'Sri Mulyani Sebut Ekonomi Kuartal III di Bawah 4 Persen':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/fdl)