Profit Taking Saham Kalahkan Sentimen Pembatalan TDL
Rabu, 22 Mar 2006 09:50 WIB
Jakarta -
Profit taking yang terjadi pada Selasa kemarin (21/3/2006) setelah selama tiga hari perdagangan indeks saham terus meroket, diperkirakan masih akan merembet pada trasaksi Rabu ini (22/3/2006).Pada pembukaan transaksi pagi pukul 09.32 Jakarta Automatioc Trading System (JATS), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah turun 7,850 poin ke level 1.319,292.Posisi IHSG saat ini dinilai terlalu cepat naik. Pasalnya, indeks telah naik hingga 85,692 poin dari posisi penutupan 15 Maret di level 1.244,441 hingga menuju 1.330,113 pada penutupan 20 Maret, yang merupakan rekor tertinggi dalam sejarah pasar modal Indonesia.Kondisi ini membuat investor lebih memilih melakukan konsolidasi dulu yang memicu terjadinya aksi profit taking pada saham unggulan.Batalnya kebijakan pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebenarnya sudah diantisipasi oleh pelaku pasar sebelumnya. Pasalnya, hal ini pernah diungkapkan oleh Wapres Jusuf Kalla yang memberikan sinyal TDL tidak jadi naik. Akibatnya, berita pembatalan TDL kali ini tidak terlalu berpengaruh lagi ke pasar saham.Pada penutupan Rabu kemarin, IHSG turun 2,971 poin pada level 1.327,142, yang disebabkan oleh gugurnya saham-saham blue chip.
(ir/)










































