Masih Rugi Rp 1,3 T, Bukalapak Ogah Bakar Uang dan Fokus Kejar Cuan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 09 Jul 2021 13:56 WIB
bukalapak
Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET
Jakarta -

Bukalapak mengungkapkan ingin berbeda dengan perusahaan teknologi lainnya yang masih bakar uang. CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengungkapkan perusahaannya ingin mendapatkan keuntungan dan bisnis yang berkelanjutan ke depannya.

"Kalau perusahaan teknologi mau tumbuh harus bakar uang lebih banyak, kami berbeda. Kami ingin tumbuh, memperbaiki profitabilitas sehingga pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan," kata dia dalam public expose, Jumat (9/7/2021).

Dalam paparan publik itu, Rachmat menyebutkan tahun 2020 pendapatan Bukalapak Rp 1,35 triliun, naik dibanding 2019 sebesar Rp 1,07 triliun. Pada 2018 pendapatan perusahaan hanya Rp 292 miliar.

Sementara itu untuk transaksi tercatat Rp 85,08 triliun, naik dibandingkan 2019 Rp 57,39 triliun dan Rp 28,34 triliun pada 2018. EBITDA Bukalapak sudah mulai membaik berada di kisaran Rp 1 triliun. Pada 2020 EBITDA Bukalapak minus Rp 1,67 triliun, pada 2019 minus Rp 2,68 triliun, dan 2018 minus Rp 2,22 triliun.

Berdasarkan dokumen laporan keuangan tahun 2020, Bukalapak masih mencatat kerugian Rp 1,3 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan kerugian pada 2019 yang mencapai Rp 2,8 triliun dan 2018 rugi Rp 2,2 triliun.

Beban terberat kedua untuk urusan umum dan administrasi sebesar Rp 1,4 triliun, kemudian beban pokok pendapatan sebesar Rp 123 miliar, dan beban lainnya Rp 48 miliar. Beban-beban ini membuat Bukalapak mengalami rugi usaha sebesar Rp 1,8 triliun.

Di akhir 2020, Bukalapak mencatatkan aset sebesar Rp 2,5 triliun, jumlahnya naik dari 2019 sebesar Rp 2 triliun. Kemudian, total liabilitas Bukalapak di tahun 2020 sebesar Rp 985 miliar.

Tonton juga Video: Microsoft Akan Genjot Bukalapak Rp 1,46 T

[Gambas:Video 20detik]




(kil/ara)