Indeks Saham Terjungkal 24 Poin
Rabu, 22 Mar 2006 16:40 WIB
Jakarta -
Penguatan indeks yang sempat mencatat rekor baru pada 20 Maret lalu, ternyata hanya bertahan sesaat karena penguatan yang terjadi bergerak kelewat cepat tanpa diikuti fundamental yang kuat. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Rabu (22/3/2006) kembali terjungkal 24,814 poin (1,869%) ke level 1.302,328.Anjloknya indeks, disulut oleh aksi jual besar-besaran saham-saham unggulan hampir di semua sektor seperti infrastruktur, tambang, perbankan dan telekomunikasi.Naiknya kembali suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) satu bulan yang baru minggu lalu turun ikut memberikan sentimen negatif. Dalam lelang Rabu ini, SBI satu bulan naik menjadi 12,73 persen dibanding pekan sebelumnya 12,7 persen.Sementara batalnya kebijakan pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) juga tidak bisa lagi mengangkat indeks. Pasalnya, pembatalan TDL ini sudah diantisipasi oleh pelaku pasar sebelumnya karena hal ini pernah diungkapkan oleh Wapres Jusuf Kalla. Indeks LQ-45 turun 6,649 poin pada level 287,734, Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,718 poin pada level 230,301, Main Board Index (MBX) turun 6,702 poin pada level 357,405 dan Development Board Index (DBX) turun 5,324 poin pada level 256,373.Perdagangan di seluruh pasar berlangsung ramai yang didominasi oleh aksi jual, dengan mencatat transaksi sebanyak 24.539 kali, pada volume 3,479 miliar unit saham, senilai Rp 2,735 triliun. Dari jumlah saham yang aktif ditransaksikan, hanya 29 saham naik, 99 saham turun dan 62 saham stagnan.Saham-saham yang terpuruk harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 500 menjadi Rp 10.800, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 175 menjadi Rp 3.950, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 150 menjadi Rp 9.850, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 6.750, Indosat (ISAT) turun Rp 100 menjadi Rp 5.150 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 80 menjadi Rp 1.680.Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 700 menjadi Rp 25.000, Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 50 menjadi Rp 2.200, Matahari Putera Prima (MPPA) naik Rp 20 menjadi Rp 1.000, Indorama Syntetic (INDR) naik Rp 10 menjadi Rp 510 dan Bank NISP (NISP) naik Rp 10 menjadi Rp 700.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
