Sepekan PPKM Darurat, Saham Farmasi Berguguran

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 09 Jul 2021 16:34 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Perdagangan saham pada pekan pertama pemberlakuan PPKM Darurat baru saja dilalui. Selama sepekan, saham-saham perusahaan farmasi justru mengalami penurunan dan kompak berada di zona merah.

Saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) misalnya, hari ini anjlok 1,25% atau 40 poin ke level Rp 3.150. Bila ditarik selama seminggu, saham KAEF turun 3,96% atau sekitar 130 poin.

Tak hanya KAEF, saham PT Indofarma Tbk (INAF) juga ikut berada di zona merah. Per hari ini saja saham INAF melemah 3,76% ke level Rp 3.070 per lembar saham. Selama sepekan, saham INAF juga terus turun dan mengalami pelemahan 9,17%.

Pelemahan harga saham juga dialami PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), hari ini saham IRRA anjlok 0,94% atau sekitar 20 poin ke level Rp 2.110 per lembar saham. Namun dalam sepekan, IRRA masih berhasil menguat 3,94% atau 80 poin.

Sementara itu saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) tercatat anjlok 0,38% atau 5 poin ke level Rp 1.320. Bila ditarik selama sepekan, KLBF sudah anjlok 80 poin atau sekitar 5,71%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri menutup pekan pertama PPKM Darurat dengan naik sangat tipis. Per hari ini IHSG ditutup di level 6.039, naik 0,28% selama sepekan.



Simak Video "Resep Investasi Saham di Masa PPKM Darurat Jawa Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)