Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 5,6 Juta, Padahal Lagi Pandemi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 27 Jul 2021 13:27 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Jumlah investor di pasar modal tercatat mengalami kenaikan meskipun dalam masa pandemi COVID-19.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menyebutkan per 23 Juli 2021 terjadi pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebes 2,05% secara year to date.

"Pandemi juga tidak menyurutkan minat masyarakat dan perusahaan untuk ke pasar modal. Pada Juni 2021 ada 5,6 juta investor baru atau naik 44% dibandingkan akhir tahun lalu," kata Inarno dalam acara ESG Capital Market Summit 2021, Selasa (27/7/2021).

Kemudian ada 26 pencatatan saham baru. Jika ditotal berarti ada 738 perusahaan yang tercatat di bursa efek.

Dia menyebut BEI berupaya untuk mendukung pengembangan pasar modal melalui pelaksanaan aktivitas keuangan berkelanjutan.

Misalnya berinovasi produk dan layanan seperti fasilitas penerbitan greend bond, green sukuk dan indeks acuan investasi berbasis green investment.

Pada akhir 2020 BEI meluncurkan indeks baru yaitu IDX ESG Leaders yaitu indeks yang mengukur kinerja saham di BEI yang memimpin dalam Environmental, Social dan Good Governance.

"Serta memiliki likuiditas yang tinggi dan kinerja keuangan yang baik," tambah dia.



Simak Video "OJK Sebut Pasar Modal Indonesia Mulai Bangkit"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)