Laba Bersih Indofood 2005 Merosot 68%

Laba Bersih Indofood 2005 Merosot 68%

- detikFinance
Selasa, 28 Mar 2006 18:10 WIB
Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengalami kemerosotan laba bersih tahun 2005 hingga 68 persen menjadi Rp 124 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp 386,9 miliar.Penurunan laba bersih ini disebabkan oleh adanya sejumlah beban atau biaya yang hanya terjadi satu kali pada tahun 2005. Beban itu diantaranya kerugian sebesar Rp 287,4 miliar yang terkait dengan penghentian kontrak lindung nilai (Principal Only Swap) sebesar US$ 250 juta.Selain itu adanya pembayaran pensiun dan tunjangan pesangon sebesar Rp 203,7 miliar yang di-offset dengan kompensasi dari usaha patungan Nestle dan keuntungan bersih hasil pembelian kembali obligasi rupiah Indofood kedua dan ketiga. "Apabila tidak ada beban biaya dan kredit yang terjadi satu kali tersebut, maka laba bersih perseroan tahun 2005 menjadi sebesar Rp 399,7 miliar," kata Dirut Indofood, Anthony Salim dalam siaran pers, Selasa (28/3/2006).Sementara penjualan tahun 2005 mencapai Rp 18,8 triliun yang sudah termasuk penjualan ekspor US$ 235,5 juta, yang memberi kontribusi 12 persen pada pendapatan. Penjualan ininaik 5 persen dibandingkan tahun 2004 yang sebesar Rp 17,9 triliun.Pendapatan in berasal dari kontribusi penjualan Bogasari 34 persen, produk konsumen bermerek 37 persen (termasuk Mi Instan sebesar 32 persen), minyak goreng dan lemak nabati 16 persen dan distribusi 13 persen. Pada akhir 2005, total aset perseroan berjumlah Rp 14,8 triliun naik dibanding tahun sebelumnya Rp 15,7 triliun.Saldo utang perseroan secara keseluruhan turun secara signifikan dari Rp 7,9 triliun pada 2004 menjadi Rp 6,8 triliun pada tahun 2005.Pada tanggal 2 Maret 2006, Pengadilan Tinggi Inggris secara resmi telah menyampaikan keputusannya yang menyetujui permohonan banding Indofood untuk melakukan early redemption Eurobonds berjumlah US$ 280 juta pada harga pari dengan tingkat bunga 10,375 persen yang jatuh tempo tahun 2007. Indofood berencana untuk melakukan redemption dengan harga pari atas seluruh Eurobonds yang tersisa, yang saat ini berjumlah sebesar US$ 143,7 juta secara sekaligus. Setelah terpenuhinya semua prosedur hukum yang diperlukan, dengan pendanaan dari pinjaman bank dan kas hasil operasi perseroan. Hingga saat ini, perseroan telah membeli kembali Eurobonds tersebut sebesar US$ 136,3 juta, yang diterbitkan oleh Indofood International Finance Limited, anak perusahaan Indofood, jatuh tempo pada tahun 2007.Disamping itu juga melakukan pembelian kembali Eurobonds berjumlah US$ 30 juta, dengan tingkat bunga 10,125 persen dan jatuh tempo tahun 2007 yang diterbitkan oleh perusahan.Sehingga keseluruhan Eurobonds yang telah dibeli kembali hingga saat ini berjumlah US$ 166,3 juta.Perseroan juga merencanakan untuk menambah perkebunan kelapa sawitnya dari seluas 125.000 ha di tahun 2005 menjadi 250.000 ha perkebunan kelapa sawit yang telah ditanami pada tahun 2015, guna dapat memenuhi seluruh kebutuhan perseroan atas kebutuhan CPO. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads