3 Fakta Garuda Rombak dan Pangkas Direksi-Komisaris

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Sabtu, 14 Agu 2021 09:00 WIB
This illustration picture taken on November 15, 2019 shows the logo of a Garuda Indonesia Airbus A330 aircraft parked on the tarmac at the Airbus delivery center in Colomiers, southwestern France. (Photo by PASCAL PAVANI / AFP)
Foto: AFP/PASCAL PAVANI
Jakarta -

PT Garuda Indonesia (Persero) melakukan perombakan jajaran dewan direksi dan komisaris. Hal ini diresmikan dalam Rapat Umum Luar Biasa alias RUPS yang dilakukan Jumat 13 Agustus 2021.

Garuda melakukan perombakan besar-besaran dalam jajaran pengurus perseroan. Hal ini dilakukan guna menunjang kinerja perusahaan. Seperti apa perubahan yang dilakukan? Berikut ini rinciannya.

1. Diwarnai Keputusan Mundur

Dua komisaris Garuda sudah memutuskan undur diri, bahkan sebelum hasil RUPS dikukuhkan dan diumumkan. Peter Gontha yang pertama kali menyatakan ingin mundur, hal itu diungkapkan Peter lewat unggahan Instagramnya.

Ketika dikonfirmasi detikcom, Peter mengaku mundur dari jabatan tersebut karena merasa komisaris tidak memiliki peran. Dia bahkan mengatakan, peran komisaris hampir tidak ada dalam pengambilan kebijakan.

"Komisaris tak berperan tak ada gunanya. Betul, hampir zero," ujarnya kepada detikcom lewat pesan singkat, Senin (9/8/2021).

Yenny Wahid menyusul. Yenny Wahid mengumumkan pengunduran diri sebagai komisaris independen. Hal itu diumumkan saat RUPS Garuda sedang berjalan lewat unggahan Instagram di akun resmi @yennywahid.

Yenny mengatakan hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya-biaya yang dikeluarkan Garuda. Dia berharap pengunduran dirinya mampu memberikan manfaat bagi perusahaan, khususnya dalam rangka efisiensi biaya perusahaan.

"Untuk membantu mengurangi biaya-biaya yang dikeluarkan Garuda, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi saya sebagai komisaris independen. Semoga langkah kecil ini membawa manfaat bagi perusahaan, agar lebih bisa cost efficient, sehingga bisa lebih lincah mengudara," kata Yenny Wahid dalam unggahannya, Jumat (13/8/2021).

2. Pemangkasan Tak Terhindarkan

Pemangkasan dilakukan Garuda Indonesia pada dewan direksi dengan 2 jabatan yang dipangkas. Di sisi dewan komisaris disusutkan jumlahnya menjadi 3 orang.

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, upaya pemangkasan jumlah direksi dan komisaris ini tak terhindarkan. Khusus, untuk pemangkasan komisaris menurutnya merupakan permintaan Kementerian BUMN.

Namun pada pemangkasan jumlah direksi hal ini adalah buntut dari upaya pengurangan karyawan yang dilakukan. Garuda beberapa bulan ini sedang menawarkan para karyawannya untuk pensiun dini demi menghemat biaya pengeluaran.

Silakan tanya ke Kementerian BUMN untuk komisaris. Namun, khusus direksi, ini mungkin upaya tak terhindarkan. Mengingat dari waktu ke waktu kami lakukan upaya pengurangan atau streamlining jumlah karyawan," kata Irfan dalam konferensi pers virtual seusai RUPS.

"Maka tidak langsung kami streamlining ke direksi. Ini mungkin akan ada komplikasi, namun akan siap jalani ini," lanjutnya.

3. Rincian Direksi-Komisaris Baru

Secara rinci, di sisi dewan komisaris Garuda kini hanya tersisa 3 orang dari sebelumnya 5 orang. Satu komisaris utama yang merangkap komisaris independen, satu komisaris biasa, dan satu komisaris independen.

Ada empat komisaris lama yang dirombak jabatannya. Mulai dari Komisaris utama Triawan Munaf, dua Komisaris Independen Yenny Wahid dan Elisa Lumbantoruan, dan Komisaris Peter Gontha.

Sementara itu, posisi wakil Direktur Utama yang dijabat Doni Oskaria serta Direktur Niaga dan Kargo yang dijabat M. Rizal Pahlevi dihapuskan. Sisanya, tak ada perubahan direksi yang dilakukan.

Daftar lengkap komisaris dan direksi terbaru Garuda Indonesia di halaman berikutnya.