Gagal Ikuti Menguatnya Rupiah, IHSG Turun 2,8 Poin
Selasa, 04 Apr 2006 16:32 WIB
Jakarta -
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mengikuti cemerlangnya rupiah hari ini. Pada penutupan Selasa (4/4/2006), IHSG turun 2,865 poin pada level 1.326,448.Meski pada awal perdagangan sempat melewati rekor tertinggi 1.330,113 yang terjadi pada 20 Maret lalu. Namun transaksi saham yang berlangsung variatif ini gagal menembus rekor baru karena aksi <>profit taking di saham Telkom. Akibatnya, menguatnya rupiah hingga ke level 9.000 per dolar AS belum bisa menahan laju penguatan indeks.Indeks LQ-45 turun 0,470 poin pada level 294,107, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,026 poin pada level 233,359, Main Board Index (MBX) turun 0,321 poin pada level 365,314 dan Development Board Index (DBX) turun 2,448 poin pada level 255,890.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 14.466 kali, pada volume 1,243 miliar unit saham, senilai Rp 1,422 triliun. Dari jumlah saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 50 saham naik, 61 saham turun dan 81 saham stagnan.Saham-saham yang yang turun harganya di top losser antara lain, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 150 menjadi Rp 4.325, United Tractors (UNTR) turun Rp 75 menjadi Rp 4.450, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 6.900, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 50 menjadi Rp 9.900 dan Energi Mega Persada (ENRG) turun Rp 20 menjadi Rp 850. Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Astra Internasional (ASII) naik Rp 200 menjadi Rp 11.400, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 150 menjadi Rp 5.075, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 100 menjadi Rp 4.500, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 25 menjadi Rp 4.125 dan Berlian Laju Tanker (BLTA) naik Rp 10 menjadi Rp 1.460.
(ir/)










































