Medco Rencanakan Dividen Hingga 50%
Rabu, 05 Apr 2006 15:45 WIB
Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk berencana untuk membagi dividen untuk tahun buku 2005 sebesar 20-50 persen dari laba bersih. Untuk tahun 2005 perseroan membukukan laba bersih sebesar US$ 74,7 juta."Dividen tahun 2005 seperti tahun-tahun lalu 20-50 persen, tapi kita konsisten dilihat dari historical pembagian deviden kita, itu bisa ketahuan berapa, tapi pasti lebih baik," kata Direktur Utama Medco Hilmi Panigoro dalam konferensi pers laporan keuangan 2005 di kantornya, Gedung Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (5/4/2006).Pada tahun buku 2003 dan 2004 Medco membagikan dividen sekitar 40 persen dari perolehan laba bersih. Dikatakannya, laba tahun lalu yang naik tipis 1,15 persen dari US$ 73,85 juta tahun 2004 menjadi US$ 74,7 juta terjadi akibat meningkatnya kerugian akibat transaksi swap utang sebesar US$ 34,66 juta tahun 2005 dibanding laba swap US$ 1,86 juta tahun 2004.Menurut Direktur Keuangan Medco, Cyril Noerhadi saat ini total utang perseroan mencapai sekitar US$ 500 juta. Dua per tiga dari utang tersebut berdenominasi dolar AS sementara sisanya dalam rupiah."Utang rupiah tersebut di-swap ke dollar karena penghasilan perseroan berdenominasi dolar. Tahun ini dengan penguatan rupiah diperkirakan akan tercatat laba kurs," ujar Cyril.Hilmi juga mengatakan, walaupun laba usaha mengalami peningkatan 33,51 persen menjadi US$ 239,34 juta, kontribusi laba usaha tersebut banyak yang berasal dari proyek kontrak bersama (Project Sharing Contract/PSC). Oleh karena itu, perusahaan kurang merasakan dampak peningkatan harga minyak yang signifikan tahun lalu."Karena banyaknya PSC, 85 persen dampak kenaikan harga minyak dirasakan pemerintah, selain itu pajak untuk PSC juga mencapai sekitar 48-56 persen," jelas Hilmi.Kenaikan harga minyak rata-rata tahun 2005 menjadi sebesar US$ 53,69 per barrel dibanding tahun 2004 US$ 37,96 per barrel hanya menaikkan pendapatan perseroan sebesar 12,7 persen.
(ir/)











































