Rekor Baru, IHSG Lari Kencang
Rabu, 05 Apr 2006 16:38 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat hingga 18,152 poin (1,37%) dan membukukan rekor tertingginya di level 1.344,600. Saham-saham perbankan mendongkrak kenaikan indeks. Sebelumnya posisi tetinggi tercatat di level 1.330,113 pada 2006. "Sejumlah faktor seperti bursa regional, rupiah yang sempat dibawah 9.000 dan SBI membuat IHSG naik tajam," kata Alfiansyah, analis dari Sinarmas Sekuritas, Rabu (5/4/2006).Sementara meroketnya sejumlah saham perbankan karena didorong stabilnya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) satu bulan sebesar 12,73 persen. Serta turunnya suku bunga SBI tiga bulan menjadi 12,64 persen dari sebelumnya 12,73 persen.Indeks LQ-45 naik 4,603 poin pada level 298,710, Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,325 poin pada level 234,684, Main Board Index (MBX) naik 4,972 poin pada level 370,286 dan Development Board Index (DBX) naik 3,612 poin pada level 259,502.Perdagangan di seluruh pasar berlangsung ramai dengan transaksi sebanyak 20.440 kali, pada volume 1,603 miliar unit saham, senilai Rp 1,607 triliun. Dari Jumlah saham yang aktif diperdagangkan sebanyak 116 saham naik, 28 saham turun dan 63 saham stagnan.Saham-saham yang meroket harganya di top gainer antara lain, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 275 menjadi Rp 4.400, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 225 menjadi Rp 4.400, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 200 menjadi Rp 4.700, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 75 menjadi Rp 5.150, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 60 menjadi Rp 1.740 dan Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 6.950.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, PP London Sumatra (LSIP) turun Rp 150 menjadi Rp 3.825, Indosat (ISAT) turun Rp 50 menjadi Rp 5.200, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 25 menjadi Rp 4.200, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 25 menjadi Rp 4.100 dan Kalbe Farma (KLBF) turun Rp 20 menjadi Rp 1.330.
(ir/)











































