Jokowi Temui Pengusaha Warteg di Istana, Apa yang Dibahas?

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 16 Sep 2021 10:07 WIB
Suroto, Peternak Ayam yang bawa poster lalu diamankan polisi diundang Jokowi ke Istana
Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Pedagang warung tegal (warteg) berkesempatan menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Apa yang dibahas?

Mereka menyampaikan beberapa keluhan yang dialami, mulai dari kurangnya biaya hidup hingga kelilit utang akibat pandemi COVID-19.

"Alhamdulillah dalam pertemuan kami dengan Bapak Presiden Joko Widodo pada hari Rabu, 15 September 2021 di Istana Negara, bersama asosiasi pedagang lainnya, Presiden telah mendengarkan keluhan kami dan akan segera merealisasikan tuntutan kami Kowantara," kata Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni, dalam keterangan tertulis, Kamis (16/9/2021).

Mukroni merinci apa saja keluhan yang disampaikan kepada Jokowi. Pertama mengenai perlunya stimulus biaya hidup sehari-hari mulai dari listrik, air, telepon, hingga sembako.

"Stimulus biaya hidup sehari-hari rakyat kecil harus disubsidi, seperti listrik, air, telepon sembako dan yg menyangkut hajat hidup rakyat kecil karena mereka yang kena imbas pandemi adalah rakyat bawah alias rakyat kecil," tuturnya.

Kedua, pedagang warteg mengeluhkan akibat pandemi mereka kelilit utang. Hal itu menyebabkan para pengusaha sulit mendapatkan modal lagi untuk melanjutkan usahanya.

"UMKM terutama warteg-warteg sekarang dililit kredit macet akibat pandemi dan ini mengakibatkan sulitnya untuk mendapatkan pembiayaan untuk melangsungkan usahanya," ujarnya.

Untuk itu, Mukroni meminta kepada Jokowi agar meniadakan cicilan pinjaman bagi pelaku usaha kecil di beberapa tempat kredit. Misal kredit kendaraan bermotor di bank, hingga di Pegadaian. Permintaan peniadaan cicilan itu diminta untuk satu tahun ke depan.

Simak video 'Hasil Pertemuan Jokowi dan Peternak Blitar yang Protes Harga Jagung':

[Gambas:Video 20detik]



"Peniadaan cicilan pinjaman pelaku usaha rakyat kecil UMKM dan Sektor Informal di Leasing Kendaraan Bermotor Roda Dua dan Roda Empat di Bank, dan di Lembaga Keuangan Non Perbankkan Multifinance, Pegadaian dan atau sejenisnya, baik milik pemerintah maupun swasta dalam negeri ataupun swasta asing hingga satu (1) tahun ke depan," ungkapnya.

Kemudian, pengusaha warteg juga meminta pemutihan BI Checking dan bunga tertunggak yang ditanggung pengusaha warteg yang terdampak pandemi. Pemutihan itu diminta untuk tunggakan lebih dari 1 tahun 4 bulan sejak Maret 2020.

Pengusaha juga meminta agar bisa dimudahkan dalam akses modal. Jadi, pengusaha meminta adanya pelonggaran persyaratan, baik dari Kredit Usaha Rakyat (KUR), LPDB KUMKM RI, Program Kemitraan BUMN/BUMD, Lembaga Pembiayaan Kementerian, serta Lembaga Keuangan Pemerintah lainnya.

Mengenai bantuan PKL-warung Rp 1,2 juta yang direncanakan pemerintah, disebut juga dibahas dalam pertemuan Jokowi dengan pengusaha warteg. Dikatakan Jokowi akan secara resmi meluncurkan bantuan itu akhir September ini.

"Ya dibahas, Presiden menjanjikan akhir bulan nanti dilaunching dan dikawal dari asosiasi pedagang kaki lima dan warung," imbuhnya kepada detikcom.

Tonton juga Hobi Jadi Investasi, Bisnis Koleksi Action Figure

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)