Konflik Kepentingan BES Dihilangkan dengan Merger

Konflik Kepentingan BES Dihilangkan dengan Merger

- detikFinance
Jumat, 07 Apr 2006 23:46 WIB
Jakarta - Merger BEJ-BES selain untuk memperbaiki dan meningkatkan pasar obligasi, juga dimaksudkan guna menghilangkan adanya konflik kepentingan di dalam BES. Terlebih lagi BES sebagai pihak yang melaksanakan transaksi, pelaporan, sekaligus melaksanakan pricing. Demikian disampaikan Kepala Biro Investasi dan Riset Bapepam, Freddy Rikson Saragih, kepada pers. "Kita lihat apa yang dilakukan BES sangat kita hargai, tetapi faktanya adalah karena mereka konflik, dia sebagai pihak yang melaksanakan transaksi, pelaporan dan pricing, eh kata orang ada apa, karena dia berada dalam kondisi konflik," Katanya di Kantor Badan Pengawas Pasar Modal, Jalan Wahidin, Jakarta Pusat, Jumat(7/4/2006). Dijelaskan Freddy untuk mengeliminir adanya konflik itu tidak bisa dihilangkan hanya dengan melalui regulasi, karena secara struktural memang sudah menimbulkan adanya koflik kepentingan itu. "Artinya kalau saya sebagai pengelola bursa yang menyelenggarakan, transaksi, ya saya mau dong harga ini naik atau turun sesuai kebutuhan saya, karena saya menyelenggarakan perdagangan," kata Freddy. Ditambahkannya bahwa, memang ada perbedaan yang mendasar didalam transaksi saham dan obligasi, untuk saham semua order atau demand yang masuk, waktu permintaan dan harga permintaan akan disigkronkan dengan mesin, sehingga akan ketemu harga yang leih riil. "Kalau obligasi quote driven, masukkan quotasi lalu tunggu, lalu mereka bisa negoisasi," tukasnya. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads