Hang Seng Babak Belur Kena 'Virus' Evergrande, Anjlok 3% Lebih!

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 21 Sep 2021 11:22 WIB
Imbas Virus Corona yang merebak dan menelan ratusan korban jiwa kini mulai menggoyang ekonomi China dan beberapa negara di Asia seperti Jepang. Pasar saham China pun ambruk sejak pembukaan perdagangan.
Hang Seng Babak Belur Kena 'Virus' Evergrande, Anjlok 3% Lebih!
Jakarta -

Bursa saham Hong Kong terjun bebas pada perdagangan awal pekan ini. Penyebabnya, muncul keresahan investor akan masa depan perusahaan properti raksasa China, yaitu Evergrande, yang saat ini di ambang kebangkrutan.

Dikutip dari CNN, Selasa (21/9/2021), saham Evergrande Group anjlok 10% di Hong Kong pada hari Senin, mencapai hanya 2,28 dolar Hong Kong atau setara dengan Rp 4.282 per saham. Saham telah merosot 84% sepanjang tahun ini, jatuh di bawah harga IPO 2009 sebesar 3,5 dolar Hong Kong ($0,45).

Indeks Hang Seng (HSI) pada hari Senin turun 3,3%, mengalami penurunan terburuk dalam hampir dua bulan, karena bank-bank China, perusahaan asuransi dan perusahaan real estat lainnya terpukul.

Evergrande menghadapi beberapa tenggat waktu kritis minggu ini. Mereka diwajibkan untuk membayar bunga atas beberapa pinjaman bank pada hari Senin, menurut Bloomberg. Outlet berita, baru-baru ini melaporkan bahwa pihak berwenang China telah mengatakan kepada bank-bank besar bahwa mereka tidak akan menerima pembayaran tersebut.

Evergrande tidak segera menanggapi permintaan dari CNN Business untuk berkomentar tentang pembayaran tersebut. Menurut penyedia daa Refinitiv, pembayaran bunga Evergrande memiliki total lebih dari US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun (kurs dolar Rp 14.274) akan jatuh tempo akhir pekan ini pada dua obligasi perusahaan.

Masa depan Evergrande penuh ketidakpastian, karena memiliki utang lebih dari US$ 300 miliar atau lebih dari Rp 4,260 triliun. Kondisi ini membuat saham-saham perusahaan properti dan perbankan di bursa Hong Kong terkena aksi jual dari investor.

Indeks Properti Hang Seng merosot 6,7%, mencapai level terendah sejak Mei 2016. Pengembang Hong Kong New World Development (NDVLY) dan Chinese Estates Holdings, yang dikenal sebagai sekutu lama Evergrande dan sering mendukung perusahaan dengan membeli obligasi atau sebagian sahamnya, masing-masing turun 12,3% dan 8,5%. Pengembang properti China lainnya, Country Garden, kehilangan lebih dari 6%.

Aksi jual menyebar ke saham bank dan perusahaan asuransi China. Ping An Insurance, perusahaan asuransi terbesar di negara itu dan salah satu investor properti terbesar turun hampir 6% pada hari Senin ke level terendah sejak 2017.

Sementara itu, pasar saham dan obligasi China Daratan ditutup pada hari Senin untuk hari libur umum dan akan dibuka kembali pada hari Rabu.

Lihat juga video 'Sobat Misqueen Bisa Investasi Modal Pas-Pasan Loh':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)