Perbankan Geber Layanan Digital, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 21 Sep 2021 11:09 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna

Beban bjb, katanya, juga terkelola dengan baik dengan adanya peningkatan laba.

"Kalau dilihat dari chart-nya cukup menarik pergerakan dari BJBR sekarang posisi di Rp 1.300-an kemudian waktu awal tahun sempat di Rp 1.800-an masih memiliki potensi kenaikan yang cukup besar," ujarnya.

"Target BJBR Kalau dalam waktu dekat Rp 1.450. Tapi kalau dilihat dari rekomendasi Rp 1.800-1900 itu bisa menjadi acuan target price mereka," tambahnya.

Analis Pasar Modal sekaligus Ekonom LBP Institute Lucky Bayu Purnomo memprediksi saham BJBR akan cenderung menguat hingga akhir tahun.

"Saya berikan target harga Rp 1.345 sekarang hingga penutupan tahun cenderung menguat targetnya hingga Rp 1.625 akhir tahun Rp 1.650 itu adalah harga tertinggi sejak tahun 2011. Jadi ada tren menguat dari harga saat ini," kata Lucky.

Kata dia, BJBR sebenarnya bank yang sudah memiliki pangsa pasar yang identik. Jadi populasinya sudah memiliki yang sudah identik terhadap satu kegiatan keuangan misalnya kredit.

"Market share BJBR ini dominan pada konsumen yg sudah lama itu yang membuat saham BJBR cukup menarik. Tantangan di persaingan bank dan inovasi BJBR harus bergegas melakukan terobosan sehingga memberikan suatu perbedaan industri dan wilayah atau daerah," jelasnya.


(ara/ara)