Genjot Transaksi Komoditi
Laba BBJ Melonjak Hampir 100%
Rabu, 12 Apr 2006 13:01 WIB
Jakarta - Perlahan tapi pasti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) berhasil mencatat kenaikan laba bersih. Bahkan pada tahun 2005, laba bersih yang diraih bursa komoditi ini meningkat hampir 100 persen dibanding tahun 2004. Jika pada tahun 2004 BBJ hanya meraih laba Rp 2,181 miliar, maka pada tahun 2005 BBJ meraih laba Rp 4,246 miliar.Dari segi transaksi juga terjadi peningkatan hingga dua kali lipat yakni dari 999 ribu lot menjadi 1,998 juta lot pada tahun 2005."Pendapatan operasional paling banyak diperoleh dari biaya transaksi sebanyak 76 persen, 23 persen dari iuran AB dan 1 persen dari penjualan informasi bursa," kata Dirut BBJ Hasan Zein Mahmud dalam konferensi pers di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (12/4/2006). Namun perdagangan produk non keuangan masih sangat kecil dibanding produk keuangan yang diperdagangkan di BBJ untuk tahun 2005. Produk non-keuangan hanya memiliki porsi 4 persen dari total transaksi di BBJ, atau sekitar 86 ribu lot selama satu tahun. Hal ini karena hanya 4-5 pialang dari total 68 pialang yang fokus memperdagangkan produk komoditi atau non-keuangan."Ini karena untuk produk non-keuangan, pasarnya lebih sempit, kliennya susah, tidak likuid dan keuntungannya kecil. Sehingga tahun ini BBJ berencana untuk mengembangkan produk-produk non keuangan," jelan Hasan.Produk komoditi yang potensial untuk dikembangkan tahun ini antara lain kakao, kopi, CPO, karet, kapas, batubara dan solar. BBJ juga memberikan insentif pada pialang atau anggota kliring yang 50 persen transaksinya adalah komoditi. Insentif itu berupa pembebasan iuran bursa. "Tahun ini secara persentase memang tidak akan jauh berbeda dibandingkan tahun 2005, tapi secara jumlah transaksi diharapkan bisa meningkat 100 persen," tambah Hasan.Lembaga pengatur pasar komoditi yaitu Bappebti juga mendorong berkembangnya produk non-keuangan denagn mengeluarkan peraturan yang menyatakan pialang baru harus terlebih dahuu mentransaksikan produk non-keuangan selama dua tahun. Baru setelah itu diperbolehkan mentransaksikan produk keuangan.Pad tahun 2006, BBJ menargetkan laba bersih Rp 6 miliar, dengan target transaksi naik 100 persen 2,8 juta lot per tahun dan 11 ribu lot per hari. "Kita optimistis target itu akan tercapai karena selama triwulan pertama, peningkatan volume rata-rata di atas 50 persen," tandas mantan Dirut BEJ ini.
(qom/)











































