BBJ-Antam Negosiasi Perdagangan Sertifikat Emas

BBJ-Antam Negosiasi Perdagangan Sertifikat Emas

- detikFinance
Rabu, 12 Apr 2006 14:07 WIB
Jakarta - Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tengah melakukan negosiasi untuk memperdagangkan pasar fisik komoditas emas (sertifikat emas). Nantinya, sertifikat emas ini bisa dibeli dan diperdagangkan di pasar sekunder sampai saat jatuh tempo."Untuk PT Antam, penerbitan sertifikat emas juga menguntungkan untuk pendanaan. Dibanding mengeluarkan obligasi yang bunganya 13 persen, dengan mengeluarkan sertifikat emas, perusahaan hanya membayar bunga 2 persen," jelas Dirut BBJ Hasan Zein Mahmud dalam konferensi pers di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (12/4/2006). Dikatakan Hasan, pengembangan pasar fisik emas ini dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan pasar berjangka emas yang selama ini 'tidur' akibat sulitnya mencari komoditas emas saat jatuh tempo. Komoditas KakaoHasan juga menjelaskan, pengembangan kontrak komoditas bisa mendukung peningkatan kualitas yang berujung pada peningkatan harga komoditas Indonesia di pasar internasional. Hal ini karena kontrak komoditas menjadikan kualitas komoditas yang diperdagangkan sebagai acuan harga.Sebelumnya, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu sempat mengeluhkan harga komoditas kakao Indonesia di pasar internasional. Dikatakan Mari, harga kakao Indonesia yang dijual di pasar internasional cenderung didiskon 10-15 persen karena kualitasnya yang tidak begitu baik. "Kontrak kakao nantinya akan membuka mata tentang kualitas. Untuk kakao, kan ada grade-nya. Misalnya kakao Ghana memiliki grade A, lalu ada grade b dan c. Kakao Indonesia grade B pun belum," kata Hasan. Rencananya, BBJ akan mengembangkan kontrak untuk kakao pada tahun ini. Diharapkan hal itu dapat mendongkrak kualitas kakao Indonesia. Hasan mengatakan, produksi kakao Indonesia sebetulnya sudah bisa diperhitungkan di pasar internasional. Namun karena kualitasnya tidak baik, harganya turun.Dengan dikembangkannya kontrak kakao, para pedagang harus mengambil patokan harga dari New York Board of Trade (NY BoT), yang harganya didasarkan pada kualitas. "Nanti harga awalnya akan diambil dari NY BoT yang mementingkan kualias. Ke depan, BBJ juga akan mengembangkan pasar fisik untuk kakao," jelas mantan Dirut BEJ ini. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads