HM Sampoerna Tak Gentar oleh Kenaikan HJE dan Cukai

HM Sampoerna Tak Gentar oleh Kenaikan HJE dan Cukai

- detikFinance
Kamis, 13 Apr 2006 17:37 WIB
Pacitan - PT HM Sampoerna tbk tidak khawatir bila harga jual eceran (HJE) maupun cukai rokok naik. Alasannya, kenaikan itu sudah rutin terjadi setiap tahun.Hal itu disampaikan oleh Managing Director PT Sampoerna Indonesia, Angky Camaro menjawab pertanyaan wartawan seusai acara peresmian Mitra Produksi Sigaret (MPS) Sampoerna ke 31 di Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Pacitan, Kamis (13/4/2006)."Kenaikan itu hampir terjadi tiap tahun. Dan sudah menjadi kebiasaan, pasti ada penurunan. Tetapi setelah itu akan normal lagi," kata Angky.Menurut Angky, MPS Pacitan ini mampu memproduksi 18 juta sigaret kretek tangan (SKT) per minggu. Selain itu juga memberikan kontribusi cukai sebesar Rp 137 miliar dan PPN Rp 52 miliar per tahun.Angky menambahkan, dirikannya MPS Sampoerna di daerah-daerah memberi banyak keuntungan antara lain dapat menekan laju urbanisasi penduduk desa ke kota-kota besar untuk mencari pekerjaan. Sebab di daerah mulai ada lapangan kerja bagi penduduk sekitar sehingga kesejahteraan juga dapat meningkat."Seperti di Pacitan, kita berharap tidak ada lagi urbanisasi ke Surabaya atau kota besar lainnya," katanya.Menurut Angky, MPS di Pacitan merupakan MPS terbesar dibandingkan 30 MPS yang ada di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY yang mampu menyerap sebanyak 2.291 tenaga kerja. Sedangkan total jumlah tenaga kerja yang terserap dalam 31 MPS saat ini sebesar 50.305 tenaga kerja."Paling besar di Jawa Timur dari 20 MPS terdapat 33.782 karyawan. Disusul Jawa Tengah dengan 8 unit MPS dengan 11.702 karyawan dan DIY sebanyak 3 unit dengan 4.821 karyawan. Kita berharap setiap tahun akan terus menambah karyawan," katanya.Peresmian MPS ke 31 di Pacitan itu dilakukan oleh Bupati H. Sujono serta dihadiri pula Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Martin G. King, Direktur Corporate Affairs PT HM Sampoerna Tbk, Andrew V. White serta direktur PT Putera Pacitan Indonesia Sejahtera, Bimantoro.Dalam acara itu, Martin King juga menyerahkan 2.000 bibit cengkeh kepada masyarakat Pacitan. Bibit cengkeh itu diharapkan mampu tumbuh subur di Pacitan sehingga mampu menjadi penopang ketersediaan cengkeh untuk pabrik rokok. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads