Teka-teki Pembeli Siaga Rights Issue Bank Banten Terkuak, Ini Sosoknya

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 08 Okt 2021 18:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 26 poin mengekor penguatan bursa global semalam. Aksi beli asing kembali muncul setelah kemarin menjual saham. Membuka perdagangan, Rabu (22/10/2014), IHSG menanjak 32,408 poin (0,64%) ke level 5.061,752.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) alias Bank Banten akan melakukan penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD/rights issue) senilai Rp 1,8 triliun. Beredar kabar bahwa Konsorsium Grup Reliance akan menjadi pembeli siaga (standby buyer) dalam aksi korporasi tersebut.

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin pun mengungkapkan pihaknya beberapa waktu lalu sudah melakukan rapat dengan direksi Banten Global Development (BGD) mengenai adanya konsorsium pembeli siaga atau standby buyer. Dia membenarkan bahwa yang dimaksud konsorsium tersebut adalah Reliance.

Agus menjelaskan pihaknya masih melakukan pertemuan secara intensif dan berkembang secara positif. Bahkan Agus menilai tinggi keseriusan konsorsium Reliance Group sebagai stand by buyer.

"Keseriusan mereka itu sangat tinggi sekali. Bahkan dia bilang dia akan berkesinambungan sampai betul-betul BEKS sudah stabil dan menjadi market leader. Saat ini masih dalam pengkajian oleh Reliance Group untuk menentukan keseriusan dimaksud terutama dalam hal penentuan waktu yang tepat," kata Agus, Jumat (8/10/2021).

Seperti diketahui sebelumnya BEKS akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 23,39 miliar saham baru seri C dengan nominal Rp 50 per saham.

Perseroan juga sudan menetapkan harga pelaksanaan PUT VII atau rights issue tersebut sebesar Rp 77 per saham. Artinya total dana yang berpotensi diraih dari hasil rights issue mencapai Rp 1,8 triliun.

Mengenai penggunaan dana tersebut, Agus menjelaskan untuk perluasan bisnis perseroan, khususnya untuk penyaluran kredit sekitar 65 persen serta penguatan struktur keuangan perseroan sekitar 35 persen.

Adapun tanggal terakhir pencatatan (recording date) untuk memperoleh HMETD jatuh pada 12 Oktober 2021. Sementara, periode perdagangan HMETD berlangsung pada 14 Oktober - 21 Oktober 2021. Lalu, tanggal penjatahan dilakukan pada 26 Oktober 2021.

(das/dna)