Minat Investasi Naik, Danamon Tambah 3 Produk Reksa Dana dari Ashmore

Erika Dyah - detikFinance
Jumat, 08 Okt 2021 20:30 WIB
Danamon
Foto: Screenshoot/detikcom
Jakarta -

Perkembangan teknologi yang berjalan cepat dinilai turut berkontribusi pada peningkatan minat investasi di Indonesia. Bahkan, investor di Indonesia kini mulai didominasi golongan usia muda.

Komisaris Bursa Efek Indonesia, Pandu Sjahrir mengungkap kebanyakan investor di pasar saham kini didominasi oleh Generasi Z dan milenial. Berdasarkan data, 80% investor di new market kini didominasi oleh masyarakat berusia di bawah 40 tahun.

"Dari sisi ini pertumbuhan terbesar adalah umur 18-25 tahun. Sebagian ini efeknya karena ada perusahaan berbasis teknologi yang berinvestasi untuk mengembangkan pasar modal di Indonesia, contoh ada perusahaan seperti Stockbit, Bibit, Ajaib, Pluang," ungkap Pandu dalam Webinar Danamon Wealth Series bertemakan Unlocking Indonesia's New (Digital) Economy, Jumat (8/10/2021).

Senada dengan Pandu, Market Strategist & Investment Advisory PT Bank Danamon Indonesia Tbk., Felix Chandra menambahkan terjadi pertumbuhan yang signifikan dalam 3 tahun terakhir dari sisi investor pasar modal yang didominasi Gen Z dan Milenial.

Felix mengatakan, pertumbuhan yang ada cukup stabil. Di pasar modal, kenaikannya berada di sekitar angka 50% setiap tahunnya. Sementara investor reksa dana tumbuh lebih signifikan, yakni rata-rata meningkat di angka 70% setiap tahunnya.Kenaikan tersebut menurutnya menunjukkan minat yang sangat tinggi dari para investor di Indonesia, khususnya generasi muda.

"Mayoritas didominasi oleh Gen Z dan milenial, yang lahir setelah tahun 1981. Ini mengindikasikan bahwa investor yang ada di pasar modal saat ini itu lebih didominasi oleh generasi muda. Artinya mereka lebih teredukasi secara finansial dibanding generasi sebelumnya," kata Felix.

Ia mengatakan mayoritas generasi muda kini juga sudah lebih melek teknologi juga. Hal ini didukung oleh penetrasi penggunaan internet Indonesia yang terus bertumbuh.

Felix pun menilai, kombinasi antara investasi serta investor yang terus bertumbuh secara signifikan dengan penggunaan teknologi yang meningkat akan menciptakan suatu kebutuhan/demand dari masyarakat Indonesia dan nasabah Danamon untuk mendapatkan solusi investasi yang sesuai. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (Ashmore) memperkenalkan 3 solusi tambahan investasi reksa dana untuk para nasabah Bank Danamon.

Adapun ketiga produk yang dimaksud, antara lain Ashmore Dana Ekuitas Nusantara (ADEN), Ashmore Dana Obligasi Unggulan Nusantara (ADOUN) dan Ashmore Dana Pasar Uang Nusantara (ADPUN). Ketiga produk ini melengkapi 2 produk lain yang telah diluncurkan Danamon dan Ashmore pada November 2020.

Head of Sales & Marketing PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk., Steven S. Yudha menjelaskan, Ashmore Dana Ekuitas Nusantara (ADEN) merupakan reksa dana saham yang fokus pada saham-saham bluechip berkapitalisasi besar dengan weighting di index JCI di atas 0,75%. Menurutnya, produk ini cocok bagi nasabah yang ingin masuk pasar saham dengan pilihan lebih konservatif, namun telah memiliki profil risiko yang bisa mentoleransi risiko tinggi.

"Reksa dana ini juga memiliki keistimewaan, kami membagikan dividen 6 bulan sekali, dan ini salah satu fitur istimewa yang tidak didapatkan di reksa dana yang lain. Ini bisa menjadi tambahan cash flow atau tambahan income untuk yang masih memerlukan cash flow untuk kebutuhan sehari-hari," terang Steven.

Sementara itu, ada juga produk reksa dana pendapatan tetap berupa Ashmore Dana Obligasi Unggulan Nusantara (ADOUN). Menurutnya, ini merupakan produk favorit untuk nasabah yang tidak mau memiliki toleransi risiko tinggi, karena produk ini memiliki volatilitas yang tetap terjaga melalui investasi di obligasi pemerintah dengan durasi portofolio yang pendek.

"Kami hanya berinvestasi pada obligasi jangka pendek, tidak berinvestasi pada produk yang tenornya di atas 5 tahun. Yang paling menarik, produk ini memberikan dividen bulanan. Bisa dipertimbangkan untuk yang biasanya berinvestasi di deposito dan ingin mendapatkan return bulanan," jelasnya.

Terakhir, ada Ashmore Dana Pasar Uang Nusantara (ADPUN) yang memberi pilihan produk reksa dana pasar uang yang memiliki likuiditas tinggi dengan berinvestasi pada 100% instrumen pasar uang dan/atau efek bersifat utang yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan/atau perusahaan di Indonesia dengan jatuh tempo di bawah 1 tahun.

Dalam kesempatan ini, Consumer Business Head Bank Danamon, Lanny Hendra pun berharap ketiga produk baru yang dihadirkan pihaknya akan semakin memperkuat kemitraan Danamon dengan Ashmore, serta melengkapi produk reksa dana yang ditawarkan.

Sebagai informasi, webinar dari Bank Danamon kali ini turut menghadirkan Regional Head BN01 PT Bank Danamon Indonesia Tbk., Lukas Djoesianto yang datang memberikan closing remarks.



Simak Video "MUFG, Danamon dan Adira Finance Gelar Sentra Vaksinasi Untuk Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)