Cardig Ambil Alih Mandala
Senin, 17 Apr 2006 14:00 WIB
Jakarta - Mandala Airlines kini bukan lagi milik TNI. Cardig International mengambil alih 100 persen saham Mandala. Transaksinya telah selesai dilakukan pada 12 April lalu."Telah terjadi pengambilalihan kepemilikan 100 persen saham Mandala ke Cardig yang memiliki beberapa unit usaha di bidang jasa penerbangan. Pengambilalihan ini akan memberikan sinergi positif bagi Mandala," kata Dirut Mandala Alirlines Diono Nurjadin di kantornya, Jl Tomang Raya, Jakarta Barat, Senin (17/4/2006).Cardig International merupakan perusahaan aviasi yang bergerak pada jasa penerbangan logistik.Namun sayangnya, Diono menolak untuk merinci berapa nilai transaksinya itu. Saat ini perseroan tengah mengurus masalah legal, terkait pengambilalihan saham itu.Manajemen baru pun telah ditunjuk seiring pengambilalihan tersebut. Saat ini Mandala memiliki 3 direktur. Selain Dirut Diono Nurjadin, kemudian Direktur Keuangan dan Direktur Umum Yadi J Ruchandi, serta Direktur Pemasaran, Operasional dan Teknik Joko Joedaatmadja.Ke depannya, manajemen baru menargetkan untuk mengembalikan utilisasi armada dan menambah jumlah armada dalam waktu dekat."Saat ini hanya 5 armada yang terbang. Dari total 14 armada, ada beberapa armada yang tidak laik terbang akan diusahakan untuk laik terbang dalam waktu dekat," ujarnya.Soal penambahan armada, saat ini Mandala tengah melakukan negosiasi dengan Boeing dan Airbus. Mandala tengah mempertimbangkan tipe pesawat untuk penambahan, antara lain Airbus 319/320 atau Boeing 737.Manajemen baru juga belum menentukan target segmen pasar Mandala ke depan. "Untuk segmen ke depan belum ditentukan apakah akan low cost carrier (LCC) atau full service atau di antaranya," urainya.Pada semester II tahun ini, Mandala akan meningkatkan jumlah tujuan penerbangan menjadi 18 kota dari yang saat ini hanya 16 kota. Frekuensinya juga akan meningkat dari 88 penerbangan per hari menjadi 120 per hari.Tahun ini target jumlah penumpang Mandala sebanyak 3,1 juta atau meningkat 15 persen dari tahun 2005 sebanyak 2,7 juta penumpang. Penurunan jumlah penumpang di tahun 2005 dibandingkan tahun 2004 dikarenakan jumlah armada yang sedikit.
(mar/)











































