Luhut Beberkan Pentingnya Pasar Modal buat Ekonomi RI, Apa Katanya?

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 14 Okt 2021 16:36 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B Pandjaitan (YouTube Kemenko Marves)
Luhut Beberkan Pentingnya Pasar Modal buat Ekonomi RI, Apa Katanya?
Jakarta -

Pasca pandemi Covid-19, kondisi perekonomian dan iklim investasi Indonesia sedang menghadapi era baru dengan tantangan yang besar dan belum pernah dihadapi sebelumnya. Kendati demikian, pasar modal Indonesia memiliki peran tersendiri dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pasar modal Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dekade terakhir tidak terlepas dari dukungan pasar modal, terutama pada fungsinya sebagai penyedia dana untuk pembangunan," ujar Luhut dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021, di Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Luhut mengungkapkan, upaya yang telah dilakukan pasar modal Indonesia selama beberapa tahun terakhir menunjukkan beberapa capaian yang patut dibanggakan, terutama di tengah tantangan pandemi Covid-19. Dari awal tahun sampai dengan 8 Oktober 2021, jumlah pencatatan baru saham atau new listing mencapai 38 perusahaan.

"Ditambah jumlah calon perusahaan tercatat yang sedang mengantri atau sedang dalam pipeline sebanyak 25 calon perusahaan tercatat. Angka pencatatan baru saham ini juga merupakan yang tertinggi di ASEAN, serta masuk dalam urutan ke-12 di dunia," imbuhnya.

Dari sisi permintaan, dikatakan dia, jumlah investor yang meliputi investor saham, reksadana, dan obligasi di pasar modal sampai dengan 30 September 2021 jumlahnya mencapai 6,43 juta investor, meningkat 66% dibandingkan akhir akhir tahun 2020, atau hampir naik lima kali lipat sejak tahun 2017.

"Angka ini secara umum didominasi oleh investor retail yang proporsinya mencapai 90% dari total keseluruhan investor. Meningkatnya partisipasi investor retail yang mayoritas merupakan investor domestik, merupakan pencapaian yang membanggakan sekaligus tidak disangka-sangka," jelas Menko Luhut.

Lanjut ke halaman berikutnya.