Kenaikan IHSG Belum Terbendung
Selasa, 18 Apr 2006 09:54 WIB
Jakarta - Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum surut karena didukung sentimen penguatan rupiah. Hingga pukul 09.40 JATS, IHSG naik 10,802 poin ke level 1.397,587. Namun investor mulai mewaspadai aksi ambil untung, karena terkait turunnya bursa utama dunia seperti Dow Jones dan Nasdag akibat sentimen tingginya harga minyak dunia yang kini mencapai US$ 70 per barel.Pada perdagangan Selasa (18/4/2006), pergerakan IHSG masih diwarnai pembelian selektif saham unggulan.Menurut M Alfatih, analis saham dari Sarijaya Securities, IHSG masih akan mencoba ke resistance 1.390, 1.405, 1.411 lalu 1.442. Perubahan sentimen baru akan terjadi bila indeks melemah dibawah 1.375.Sementara kenaikan harga minyak yang diperkirakan bisa mencapai US$ 73 per barel, dampaknya akan diminimalisir oleh penguatan rupiah dan naiknya saham blue chip.Sejumlah sentimen pasar yang menjadi sorotan pelaku pasar menurut Alfatih adalah, saham Adhi Karya (ADHI) yang mendapat proyek subway Jakarta Metro System (JMS) yang membutuhkan dana untuk modal kerja.Saham Adira Dinamika Multifinance (ADMF) melakukan emisi obligasi Rp 750 miliar, Bumi Resources (BUMI) akan buyback 10 persen saham.Pelanggan seluler Indosat (ISAT) triwulan I-2006 turun 12 persen, Bank Lippo (LPBN) cari pendanaan untuk modal kerja dan kredit.Medco (MEDC) sewakan 2 rig di Libya, pemilik Ramayana (RALS) dikabarkan akan cari investor strategis, analis asing naikkan target saham Telkom ke Rp 9.350.Pada penutupan Senin kemarin (17/4/2006) IHSG naik 4,663 poin menjadi 1.386,785, karena aksi beli selektif saham unggulan.
(ir/)











































