Bangun Pabrik Biodiesel, Bakrie Sumatra Gandeng Rekayasa Industri
Selasa, 18 Apr 2006 13:10 WIB
Jakarta - Perusahaan perkebunan, PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk (BSP) menggandeng perusahaan BUMN yang bergerak di bidang engineering, procurement & construction (EPC), PT Rekayasa Industri untuk membangun pabrik biodiesel berkapasitas 60 ribu sampai 100 ribu ton per tahun.Total investasi yang dibutuhkan mencapai US$ 25 juta. Perusahaan patungan ini diberi nama PT Bakrie Rekin Bio-Energy. Porsi saham BSP 70 persen dan PT Rekayasa Industri 30 persen.Demikian diungkapkan oleh Dirut BSP Ambono Janurianto usai penandatanganan perjanjian pembentukan perusahaan patungan, di Hotel Ritz Carlton, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (18/4/2006).Saat ini, ungkap Ambono, pembangunan pabrik tersebut masih dalam studi kelayakan. Sedangkan pendanaannya mayoritas akan berasal dari dana eksternal."Untuk feasibility study kita sedang menentukan lokasi pabrik, kalau tidak di Jambi, mungkin di Batam," kata Ambono.Menurut Ambono, dalam pabrik baru ini, BSP akan bertindak sebagai penyedia bahan baku berupa crude palm oil (CPO) dan bentuk pasokan feed stock lain yang bisa diproses menjadi biodiesel.Hal ini karena pabrik yang dibangun merupakan pabrik biodiesel multi feed stock, sehingga bahan bakunya tidak hanya dari CPO."Idealnya, bahan bakunya dari food feed stock oil atau minyak yang bisa dipakai untuk makanan, karena harganya akan bersaing dengan industri makanan, tapi saat ini bahan bakunya masih dari CPO," katanya.Sementara Direktur Utama PT Rekayasa Industsri Triharyo Indrawan Soesilo mengatakan, prospek biodiesel kedepan sangat cerah. Pasalnya, biodiesel semakin banyak dipakai untuk pengganti minyak solar. Sampai saat ini Indonesia masih mengimpor 30 persen kebutuhan solar atau 7 juta ton per tahun. Untuk memproduksi 7 juta ton per tahun dibutuhkan 7 juta ton CPO.
(ir/)











































