3 Hal Wajib Tahu soal Robot Trading Seperti Sunton Capital

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 19 Okt 2021 18:00 WIB
different currencies, money exchange concept, finance and trading
Foto: Getty Images/iStockphoto/anyaberkut
Jakarta -

Badan Pengawas Perdagangan Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberi label ilegal terhadap Sunton Capital. Sudah ada yang mengaku menjadi korbannya dan menelan kerugian.

detikcom merangkum informasi seputar perusahaan investasi yang menggunakan robot trading. Berikut ulasannya:

1. Pengertian Robot Trading

Secara harfiah, dikutip dari Investopedia, robot trading di forex adalah sebutan untuk sistem perdagangan algoritmik.

Robot trading ini akan menjalankan transaksi secara otomatis dengan memanfaatkan sinyal pergerakan pasar untuk menentukan apakah melakukan tindakan beli atau jual pada titik waktu tertentu. Sehingga si investor yang menggunakan robot trading tidak perlu repot memantau pasar dan memikirkan strategi beli dan jual.

Masih menurut Investopedia, sistem robot trading ini sering kali sepenuhnya otomatis dan terintegrasi dengan broker forex online.

2. Sunton Capital Ilegal

Plt Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan Bappebti M Syist menjelaskan modus Sunton Capital adalah sebagai robot trading.

"Sunton Capital ini adalah usaha yang bidang PBK (perdagangan berjangka komoditi) yang tidak terdaftar di kita, dia ilegal kategorinya," katanya saat dikonfirmasi detikcom, kemarin Senin (18/10/2021).

Menurutnya, robot trading saat ini memang sedang booming. Namun dia belum bisa bicara banyak soal Sunton Capital. Sebab, saat ini Bappebti masih mengkajinya.

3. Modus Skema Ponzi

Robot trading bisa saja dijadikan embel-embel skema ponzi. Pemerhati dan praktisi investasi, Desmond Wira mengaku telah menginvestigasi salah satu platform PBK yang menggunakan modus tersebut. Platform forex itu memanfaatkan robot trading untuk menipu dengan sistem member get member alias ponzi.

"Untuk memberikan keuntungan di awal, mereka pakai skema ponzi atau money game," ucapnya kepada detikcom pada 28 September 2021.

Dengan skema money game, platform bermodus robot trading hingga kini masih bisa bertahan dan terus memperluas jaringannya. Namun cepat atau lambat bakal ada satu titik di mana pelaku tak mampu lagi gali lubang tutup lubang untuk membayar keuntungan investornya.

"Korbannya ya belum ada. Kalau money game belum ambruk ya belum ada yang lapor," ucapnya.

(toy/eds)