Naik 30 Poin IHSG Tembus 1.400

Naik 30 Poin IHSG Tembus 1.400

- detikFinance
Selasa, 18 Apr 2006 16:49 WIB
Jakarta - Aliran dana asing yang terus masuk membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai kenaikan fantastis hingga 30,590 poin (2,2%) dan menembus level psikologis baru 1.417,375.Saham-saham blue chip melonjak tajam mengikuti menguatnya rupiah yang kini di level 8.980 per dolar AS. Melompatnya indeks ini juga karena pengaruh positif pelaksanaan lelang surat utang negara (SUN) pada Selasa (18/4/2006). Posisi indeks ini adalah level tertinggi dalam perjalanan pasar saham Indonesia. Penguatan rupiah dan saham blue chip akhirnya mampu menutupi sentimen tingginya harga minyak dunia. Indeks LQ-45 naik 7,503 poin pada level 315,618, Jakarta Islamic Index (JII) naik 6,092 poin pada level 249,300, Main Board Index (MBX) naik 9,186 poin pada level 391,918 dan Development Board Index (DBX) naik 2,815 poin pada level 267,103.Perdagangan di seluruh pasar berlangsung semarak dengan transaksi yang terjadi sebanyak 29.972 kali, pada volume 2,246 miliar unit saham, senilai Rp 2,415 triliun. Dari jumlah saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 97 saham naik, 47 saham turun dan 76 saham stagnan.Saham-saham yang meroket harganya di top gainer antara lain, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 475 menjadi Rp 5.450, Astra Internasional (ASII) naik Rp 400 menjadi Rp 12.250, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 200 menjadi Rp 10.200, Telkom (TLKM) naik Rp 150 menjadi Rp 7.450 dan Indosat (ISAT) naik Rp 125 menjadi Rp 5.025.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, United Tractors (UNTR) turun Rp 50 menjadi Rp 5.250, Berlian Laju Tanker (BLTA) turun Rp 20 menjadi Rp 1.540, Bank Panin (PNBN) turun Rp 20 menjadi Rp 480, Bakrie & Brothers (BNBR) turun Rp 10 menjadi Rp 940 dan Bakrie Telecom (BTEL) turun Rp 5 menjadi Rp 160.Pengamat pasar modal Adler H Manurung menilai, dana yang masuk ke pasar saham bukan dana jangka panjang (long term) karena terlihat dari volatilitasnya yang tinggi. "Investor saya sarankan cepat keluar sebelum asing keluar duluan," kata Adler. Adler khawatir karena dana yang masuk bukan jangka panjang, posisi indeks yang meroket ini tidak akan bertahan hingga akhir tahun. "Walaupun makro ekonomi memang baik, tapi fundamentalnya tidak terlalu baik," tukas Adler.. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads