Metrodata Targetkan Penjualan Tahun Ini Rp 1,7 Triliun
Rabu, 19 Apr 2006 14:14 WIB
Jakarta - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) tahun ini menargetkan penjualan sebesar Rp 1,7 triliun dan laba bersih Rp 20 miliar. Untuk mencapai target ini perseroan akan menggenjot pendapatan dari dua bisnis perseroan yaitu bisnis solusi (jasa IT) dan bisnis distribusi.Target ini lebih tinggi dibanding penjualan 2005 sebesar Rp 1,503 triliun dengan laba bersih Rp 16,306 miliar."Tahun ini kebutuhan klien terhadap jasa IT di sektor industri seperti telekomunikasi, perbankan, manufaktur, distribusi dan pembelanjaan anggaran pemerintah sangat besar," kata Presiden Direktur Metrodata Lesan Limanardja, dalam publik ekspose di Mercantile Gedung WTC, Jalan Sudirman, Jakarta (19/4/2006).Menurutnya, perusahaan-perusahaan juga cenderung menggunakan outsourcing atau tenaga luar untuk penyediaan dan kebutuhan IT.Sementara untuk bisnis ditribusi, perusahaan tahun ini akan memfokuskan diri pada merek komputer metrodata ION. Saat ini penjualan ION telah mencapai rata-rata 1.000 unit per bulan.Selain itu, perseroan juga menambah vendor merek asing yang didistribusikan di Indonesia. Saat ini perseroan mendapat 3 vendor baru yang produknya didistribusikan di Indonesia untuk perseroan."Saat ini kami distributor tunggal untuk produk networking asal Cina, Huawei. Kedepannya akan ada satu distributor lainnya. Selain itu, kami juga merupakan distributor tunggal untuk produk Lenovo yang mengakuisisi jaringan distribusi IBM di seluruh dunia," kata Lesan.DividenDalam Kesempatan yang sama, Sekretaris Perusahaan Metrodata Susanto Djaja mengatakan, pihaknya akan membagikan dividen untuk tahun buku 2005 sebesar 20-30 persen dari laba bersih atau sekitar Rp 2-2,5 per saham."Jumlahnya akan diputuskan dalam RUPS tapi kalau bisa akan mendekati 30 persen," kata Susanto Tahun lalu perseroan mencatat peningkatan laba bersih dari Rp 12,253 milyar tahun 2004 menjadi Rp 16,306 miliar. Pertumbuhan itu seiring peningkatan penjualan perseroan yang juga meningkat 19, 28 persen dari tahun 2004 menjadi Rp 1,503 triliun."Sekitar 59,8 persen atau Rp 899 miliar pendapatan dikontribusikan dari bisnis distribusi," kata Susanto.
(ir/)











































