Mitratel Mau IPO, Bagaimana Prospeknya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 29 Okt 2021 16:52 WIB
Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/11/2016). IHSG ditutup meroket hingga 1,57%.
Mitratel Mau IPO, Bagaimana Prospeknya?

Selain itu, masih dalam hal operasional, Mitratel memiliki independensi untuk melaksanakan day to day operations dan fleksibilitas guna mengejar peluang pertumbuhan yang berpotensi tinggi. Saat ini, lebih dari 57% menara Mitratel berlokasi di luar Jawa dan Telkomsel sebagai anchor tenant. Lebih dari 50% tenant Mitratel dari Telkomsel yang merupakan mature tenant, sehingga ada jaminan sustainability dan collection.

Dengan program peningkatan tenancy, maka Mitratel berpeluang besar menggaet lebih banyak tenant di luar Telkomsel, seperti XL Axiata, Indosat, Smartfren, dan lain-lain yang terus melakukan ekspansi jaringan. Mitratel telah menekuni bidang usaha penyediaan infrastruktur telekomunikasi selama 13 tahun dan mengelola lebih dari 28 ribu menara.

"Saya melihat pilihan terbaik bagi Mitratel untuk dapat tumbuh dengan baik ke depan adalah dengan menjaga independensinya, yang artinya harus melayani kebutuhan seluruh operator seluler dengan sama baiknya," ujar Hans.

Di sisi lain, Mitratel sebagai listed company yang sebagian sahamnya dimiliki oleh publik, akan selalu mengambil keputusan yang terbaik untuk semua stakeholders, sehingga tidak hanya mendahulukan kepentingan pemegang saham utama.

Mitratel melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 25,5 miliar saham atau setara 29,85%. Dengan harga IPO berkisar Rp 775-975 per saham, perseroan berpotensi meraih dana hingga Rp 24,9 triliun atau terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.


(acd/fdl)