Laba Bersih Danamon Turun
Kamis, 20 Apr 2006 18:21 WIB
Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia pada kuartal pertama tahun ini mengalami penurunan laba bersih sebesar 60,8 persen menjadi Rp 251 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 640 miliar."Dibanding kuartal keempat 2005 laba bersih Bank Danamon naik 118 persen," kata Presiden Direktur Danamon Sebastian Paredes dalam konferensi pers di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (20/4/2006)."Penurunan ini karena kenaikan bunga yang drastis yang tidak diimbangi dengan suku bunga pinjaman," kata Direktur Keuangan Bank Danamon Vera Eve Lim.Selain itu, net interest atau pendapatan bunga bersih mengalami peningkatan 9,2 persen dari Rp 1,122 triliun menjadi Rp 1,225 triliun. Namun, net interest margin mengalami penurunan 0,8 persen menjadi 8,4 persen.Kenaikan pendapatan bunga bersih dikontribusikan oleh pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 40 persen yang disebabkan oleh pertumbuhan kredit beberapa kuartal terakhir. Kuartal pertama tahun ini pertumbuhan kredit Bank Danamon sebesar 18 persen atau mencapai Rp 35,704 triliun.Loan to deposit ratio (LDR) juga mengalami kenaikan 78,5 persen dari periode yang sama tahun lalu 76,4 persen. Sementara kredit konsumer tumbuh sebesar 12 persen menjadi Rp 14,405 triliun. Kredit komersial meningkat 31 persen mencapai Rp 4,924 triliun dan siasanya kredit korporat sebesar Rp 4,816 triliun.Non performing loan (NPL) groos meningkat menjadi 3,4 persen dari 2,9 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) naik sebesar 21 persen menjadi Rp 48,5 triliun. Giro dan tabungan memiliki porsi 26 persen dari total DPK. Capital adequecy ratio (CAR) sebesar 26,3 persen atau turun sebesar 3,3 persen dari periode yang sama tahun lalu.Bank Danamon berencana membagikan dividen tahun 2005 sebesar 50 persen dari laba bersih atau setara dengan Rp 1,002 triliun atau Rp 201 per 1 lembar saham.Sampai akhir tahun diperkirakan laba Bank Danamon akan naik siginifikan dibanding tahun 2005. Hal ini karena diharapkan tahun ini tidak ada extraordinary item. "Tahun diharapkan laba naik siginifikan karena tidak extraordinary item, restrukturisasi BPPN telah selesai," ujar Paredes.Pertumbuhan kredit tahun ini yang sebesar 20 persen juga diharapkan bisa terkejar pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2006 seiring penurunan suku bunga.Bank Danamon juga berencana menerbitkan obligasi pada kuartal kedua atau ketiga tahun ini untuk menyeimbangkan antar kredit jangka menengah dengan sumber dana jangka pendek.Tapi untuk menyeimbangkan ini masih ada opsi lain, yaitu pinjaman International Finance Corporation (IFC) senilai US$ 150 juta untuk UKM. "Selain obligasi ada opsi lain yaitu pinjaman dari IFC. Tinggal tunggu persetujuan dari BI," kata Vera.Bank Danamon siap berpartisipasi membiayai pembangunan proyek, termasuk pembangunan proyek infrastruktur.
(mar/)











































