Bursa Saham AS Apik hingga Indeks Dow Jones Cetak Rekor, Pertanda Apa Nih?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 03 Nov 2021 08:29 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Indeks Dow Jones Industrial Average pada pasar saham Amerika Serikat (AS) mencetak rekor. Indeks ini ditutup pada 36.000 poin untuk pertama kalinya pada hari perdagangan hari Selasa.

Dilansir CNN, Rabu (2/11/2021), rekor itu tercipta menyusul penguatan saham pada hari Selasa, Dow Jones tercatat menguat 0,4% atau sekitar 140 poin. Pada hari Senin, indeks saham yang satu ini sudah sempat menyentuh level 36.000 pada saat perdagangan, namun lengser saat penutupan.

Bagi sebagian orang, untuk melihat Dow Jones berada di level 36.000 poin adalah penantian telah berlangsung selama 22 tahun. Prediksi Dow menyentuh 36.000 pertama kali dibuat oleh jurnalis James Glassman dan ekonom Kevin Hassett pada Oktober 1999.

Dow menguat hingga di atas level 10.000 poin ketika buku mereka yang berjudul Dow 36.000: The New Strategy for Profiting From the Coming Rise in the Stock Market diterbitkan .

Dalam buku itu, Glassman dan Hassett berpendapat bahwa Dow bisa mencapai level 36.000 poin setelah tahun 2005. Namun hal itu memang tidak terjadi. Pasar saham anjlok pada bulan-bulan terakhir tahun 2000 saat gelembung dot-com meledak. Pasar juga kembali jebblok setelah serangan teroris 9/11 yang disusul resesi.

Sentimen investor semakin tertekan oleh skandal akuntansi yang signifikan di Enron, Worldcom, dan Tyco yang pernah dianggap sebagai pemimpin pasar. Dow mencapai titik terendah sekitar 7.200 pada tahun 2002.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Sri Mulyani: Rupiah Cenderung Stabil-IHSG Tembus 6.000

[Gambas:Video 20detik]