Capai 8.875, Rupiah Makin Digdaya
Jumat, 21 Apr 2006 10:22 WIB
Jakarta -
Nilai rupiah masih akan mempertontonkan kedigdayaannya terhadap dolar AS. Awal pembukaan perdagangan Jumat (21/7/2006) pagi ini saja, rupiah dibuka menguat Rp 8.875 per dolar AS. Masih berjayanya rupiah karena terus membaiknya sektor finansial di Indonesia.Penguatan rupiah juga disebabkan masuknya dana asing ke tanah air. Posisi rupiah yang terus menguat terlihat juga pada penutupan Kamis (20/4/2006) kemarin yang menembus Rp 8.980 atau menguat 50 poin dibanding posisi Rabu kemarin di level 8.940 per dolar AS.Ekonom Bank Mandiri Martin Panggabean mengatakan, rupiah masih akan menguat hingga akhir tahun. Membaiknya sektor finansial diindikasikan oleh penurunan inflasi inti yang menyebabkan rupiah terus pada posisi puncak. Perbedaan spread yang cukup besar antara surat utang negara (SUN) dan obligasi luar negeri menjadi faktor pendorong nilai wajar rupiah yang stabil. Akibatnya banyak dana asing yang masuk di portofolio ini.Selain itu, perbedaan spreadyang cukup siginifikan antara BI rate dengan suku bunga The Fed makin menggiurkan bagi dana asing untuk masuk ke Indonesia.Menurut Martin, walaupun nantinya BI rate akan diturunkan hingga 25 sampai 50 basis poin, tetap saja tak mampu membendung masuknya dana asing ke Indonesia. Karena spread-nya maish tetap tinggi yakni sekitar 8 persen. Saat ini BI rate sebesar 12,74 persen dan suku bunga The Fed 4,75 persen.Selain itu, selisih bunga obligasi di Indonesia atau SUN dibandingkan dengan di luar negeri sangat besar. Untuk SUN dengan jangka waktu 10 tahun yield-nya sampai 12 persen dibandingkan dengan Filipina yang cuma 7,5 persen, sehingga akan mengundang investor asing untuk masuk.Terdongraknya nilai rupiah juga karena pasar saham yang makin membaik, sehingga banyak dana asing yang masuk ke bursa.
(mar/)










































