Menperin:
Waspadai Penguatan Rupiah!
Jumat, 21 Apr 2006 13:22 WIB
Jakarta -
Terus menanjaknya nilai rupiah hingga ke level Rp 8.875 per dolar AS harus diwaspadai. Menteri Perindustrian Fahmi Idris meminta semua pihak untuk mencermati perubahan dinamika pasar."Jangan gembira dulu, bagaimana pun harus dilihat dari berbagai dinamika di pasar yang menunjukkan gejala yang harus disikapi dengan baik dan profesional. Ini terkait dengan cadangan devisa yang mendekati US$ 42 juta," katanya.Hal ini disampaikan Fahmi di Departemen Peridustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (21/4/2006)."Saat ini telah terjadi dinamika pasar yang tidak dapat diarahkan," ujarnya tanpa merinci.Dia melihat ada berbagai pandangan soal penguatan nilai rupiah antara importir dan eksportir berbeda satu sama lain. "Eksportir ada yang konservatif dan agresif," katanya."Eksportir yang agresif inilah yang mengingankan nilai rupiah Rp 10 ribu. Itulah eksportir hasil bumi produk primer," urainya.Sementara, ada eksportir konservatif yang menginginkan nilai rupiah jangan lebih dari Rp 9.000. "Kalau dari sisi importir mereka mintanya antara Rp 8.500 sampai Rp 9.000. Kalaupun terjadi kenaikan maksimal Rp 9.500," jelasnya.
(mar/)










































