Angin Profit Taking Goyang IHSG
Jumat, 21 Apr 2006 16:31 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan akhir pekan Jumat (21/4/2006) akhirnya turun 5,240 poin pada level 1.459,288, setelah enam hari berturut-turut melonjak signifikan.IHSG mengalami koreksi karena aksi profit taking yang dilakukan investor terutama pada saham Astra Internasional dan Bank Danamon. Namun penurunan indeks ini dianggap masih wajar, sebagai upaya konsolidasi sebelum indeks naik lagi.Investor menilai harga saham sudah kelewat tinggi dalam beberapa hari terakhir yang dipicu oleh eforia masuknya dana asing ke Indonesia. Sementara penguatan indeks sepekan terakhir didorong sentimen masuknya Indonesia dalam radar investasi perusahaan dana pensiun terbesar Amerika, California Public Employees' Retirement System (Calpers).Indeks LQ-45 turun 1,621 poin pada level 326,549, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,051 poin pada level 257,363, Main Board Index (MBX) turun 1,969 poin pada level 404,629 dan Development Board Index (DBX) naik 1,118 poin pada level 270,464.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 26.997 kali, pada volume 2,608 miliar unit saham, senilai Rp 2,512 triliun. Dari jumlah saham yang aktif diperdagangkan, sebanyak 87 saham naik, 56 saham turun dan 70 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 450 menjadi Rp 11.950, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 450 menjadi Rp 5.300, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 7.650, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 20 menjadi Rp 1.920 dan Bank Niaga (BNGA) turun Rp 10 menjadi Rp 590.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 850 menjadi Rp 11.750, Medco Energi Internasional (MEDC) naik Rp 250 menjadi Rp 4.750, Adhi Karya (ADHI) naik Rp 110 menjadi Rp 990, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 75 menjadi Rp 2.625 dan Indosat (ISAT) naik Rp 50 menjadi Rp 5.200.
(ir/)











































