Profit Taking Belum Berhenti, IHSG Meluncur 16 Poin
Senin, 24 Apr 2006 16:53 WIB
Jakarta - Aksi jual (profit taking) saham unggulan masih melanda Bursa Efek Jakarta (BEJ). Pada penutupan Senin (24/4/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meluncur 16,423 poin (1,13%) ke level 1.442,865.Turunnya harga saham ini karena investor menilai sejumlah saham blue chip sudah kelewat tinggi, sehingga perlu melakukan konsolidasi dulu.Selain itu, anjloknya bursa regional terutama Indeks Nikkei dan Hang Seng ikut memberikan pengaruh negatif ke pasar saham.Indeks LQ-45 turun 4,238 poin pada level 322,311, Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,847 poin pada level 254,516, Main Board Index (MBX) turun 5,415 poin pada level 399,214 dan Development Board Index (DBX) naik 0,440 poin pada level 270,904.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 25.879 kali, pada volume 2,165 miliar unit saham, senilai Rp 2,124 triliun. Dari jumlah saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 47 saham naik, 83 saham turun dan 74 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 350 menjadi Rp 11.600, Telkom (TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 7.450, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 150 menjadi Rp 11.600, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 125 menjadi Rp 4.600, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 1.870. Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 125 menjadi Rp 2.750, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 100 menjadi Rp 5.800, Indosat (ISAT) naik Rp 50 menjadi Rp 5.250, Berlian Laju Tanker (BLTA) naik Rp 30 menjadi Rp 1.620 dan Bumi Resources (BUMI) naik Rp 10 menjadi Rp 940.
(ir/)











































