3 Hal yang Bisa Bikin Investor Deg-degan hingga Akhir Tahun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 17 Nov 2021 18:45 WIB
Woman looking stock market Data on smart phone
Foto: Getty Images/iStockphoto/Orientfootage

DIM sendiri di tahun 2022 mentargetkan pertumbuhan Dana Kelolaan sebesar 15%. Di tahun 2021, sampai dengan Quarter III total Dana Kelolaan (AUM) DIM telah mencapai Rp 40 triliun.

Beberapa hal akan menjadi fokus utama yang akan dilakukan DIM di tahun 2022, yaitu pemasaran produk reksa dana open end dengan mengedepankan proposisi produk yang menjadi flagship DIM, pengambilan keputusan berbasis riset untuk peningkatan kualitas pengelolaan investasi, serta optimalisasi kanal ritel. Selain itu, DIM juga akan tetap mengedepankan manajemen risiko dan kepatuhan sebagai salah satu pilar utama upaya menjaga terlaksananya tata kelola perusahaan yang baik.

Sampai dengan saat ini, produk reksadana yang dikeluarkan DIM meliputi Reksadana Saham, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Campuran, Reksadana Pasar Uang, serta Reksadana ETF & Indeks.

"Dana kelolaan untuk industri reksadana mengalami penurunan di bulan Oktober 2021 sebesar 3% atau turun menjadi sebesar Rp554 triliun. Sementara DIM hanya mengalami penurunan sebesar 2% atau sedikit lebih baik dibandingkan penurunan kelolaan industri reksadana, dengan perolehan AUM reksadana sebesar Rp30 triliun, yang didukung Pangsa Pasar DIM sebesar 4.8% - 4.9%," kata Direktur Utama PT Danareksa Investment Management Marsangap P. Tamba.



Simak Video "10 Negara Investor Terbesar di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]

(kil/zlf)