IHSG Keluar dari Teritori Negatif
Selasa, 25 Apr 2006 16:43 WIB
Jakarta - Penguatan rupiah yang kini menyentuh level 8.800 per dolar AS, memberikan berkah di pasar saham. Pada penutupan Selasa (25/4/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bisa naik 15,919 poin (1,1%) ke level 1.458,784.Rebound yang terjadi di pasar saham terutama didorong oleh melejitnya saham Astra Internasional dan Perusahaan Gas Negara.Aksi beli saham unggulan, kembali muncul setelah investor melihat dampak tingginya harga minyak dunia terhadap Indonesia bisa dihalau oleh menguatnya rupiah.Indeks LQ-45 naik 3,294 poin pada level 325,605, Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,426 poin pada level 258,942, Main Board Index (MBX) naik 4,682 poin pada level 403,896 dan Development Board Index (DBX) naik 1,866 poin pada level 272,770.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 27.021 kali, pada volume 2,273 miliar unit saham, senilai Rp 1,853 triliun. Dari jumlah saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 107 saham naik, 43 saham turun dan 65 saham stagnan.Saham-saham yang menanjak harganya di top gainer antara lain, Astra Internasional (ASII) naik Rp 600 menjadi Rp 12.200, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 500 menjadi Rp 12.100, Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) naik Rp 160 menjadi Rp 1.810, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 150 menjadi Rp 2.900 dan Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 7.550. Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 75 menjadi Rp 4.525, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 50 menjadi Rp 4.725, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 50 menjadi Rp 5.250, Energi Mega Persada (ENRG) turun Rp 20 menjadi Rp 890 dan Bakrie & Brothers (BNBR) turun Rp 5 menjadi Rp 160.
(ir/)











































