Astra Sedaya Finance Jual Lagi Obligasi Rp 500 Miliar
Rabu, 26 Apr 2006 11:24 WIB
Jakarta -
Perusahaan pembiayaan PT Astra sedaya Finance (ASF) menerbitkan obligasi ketujuh sebesar Rp 500 miliar. Obligasi ini terdiri dari enam seri dengan jangka waktu 370 hari hingga 42 bulan."Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan sebagai modal kerja," kata Presdir ASF, Gunawan Geniushardja dalam publik ekspose obligasi ASF, di Hotel Shangri-la, Jalan Sudirman Jakarta, Rabu (26/4/2006).Obligasi Seri A dengan jangka waktu 370 hari menawarkan kisaran bunga 12,875-13,375 persen. Seri B berjangka waktu 18 bulan menawarkan kisaran bunga 13-13,5 persen. Seri C berjangka waktu 24 bulan menawarkan kisaran bunga 13,5-14,25 persen. Seri D berjangka waktu 30 bulan menawarkan kisaran bunga 13,625-14,375 persen. Seri E berjangka waktu 36 bulan menawarkan kisaran bunga 13,75-14,5 persen dan seri F berjangka waktu 42 bulan menawarkan kisaran bunga 13,875-14,625 persen. Bunga akan dibayarkan tiap tiga bulan.Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securities, HSBC Securities dan PT Mandiri Sekuritas, dengan wali amanat Bank Rakyat Indonesia (BRI).Obligasi ini mendapat peringkat AA- (double A minus) dari Pefindo. Obligasi ini dijaminkan dengan aset perseroan berupa tagihan kredit lancar senilai minimal 60 persen dari pokok obligasi.Sementara Direktur Keuangan ASF Iwan Hadiantoro mengatakan, jangka waktu obligasi yang pendek karena permintaan pasar pembiayaan kendaraan saat ini rata-rata mengajukan waktu tiga tahun. Sedangkan pembiayaan diatas tenor tiga tahun sangat kecil.Obligasi ASF akan dicatatkan di Bursa Efek Surabaya (BES) pada 9 Juni. Masa penawaran awal (book building) dilakukan pada 26 April-12 Mei dan masa penawaran 1-5 Juni 2006.Kinerja ASF pada tahun 2005 mencatat laba bersih Rp 167 miliar, turun dibandingkan tahun 2004 yang sebesar Rp 302 miliar karena meningkatnya beban usaha. Pendapatan yang diperoleh naik menjadi Rp 1,756 triliun dari tahun sebelumnya Rp 1,478 triliun Total pembiayaan sepanjang tahun 2005 mencapai Rp 8,523 triliun turun dibanding 2004 yang sebesar Rp 9,156 triliun. Sedangkan total kendaraan yang dibiayai sebesar 123 ribu unit, turun dari tahun 2004 yang sebesar 136 ribu unit.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































