Masih Ada Ruang Penguatan Rupiah

Miranda S. Goeltom:

Masih Ada Ruang Penguatan Rupiah

- detikFinance
Rabu, 26 Apr 2006 12:33 WIB
Jakarta - Meski sudah menguat hingga sekitar 10 persen sejak awal tahun, namun nilai tukar rupiah masih mampu menguat lagi. Penguatan rupiah ini dipicu oleh besarnya dana asing yang masuk."Dana akan terus masuk banyak sehingga potensi untuk menguat ada. Kita lihat saja kalau pasar Indonesia tetap menarik, tentu dananya akan masuk terus," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda S. Goeltom.Hal itu disampaikan Miranda usai diskusi bertajuk "Kemana Perbankan 2006 Dibawa" di Hotel Niko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (26/4/2006).Dana-dana asing terus masuk untuk belanja-belanja saham dan portofolio lainnya seperti terlihat dari terus membumbungnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). "Kita lihat saja indeks di stock exchange sudah sangat tinggi sekali. Jelas itu berarti ada dana dari luar negeri yang masuk," katanya.Miranda menjelaskan, dana-dana asing yang masuk ke Indonesia cukup beragam mulai dari yang benar-benar bersifat jangka pendek dan ada pula yang bersifat jangka panjang. Institusi pemodalnya pun tak hanya yang ecek-ecek, namun juga yang besar seperti dana pensiun terbesar AS yakni California Public Employees' Retirement System (CalPERS). "Biasanya kalau mereka sudah masuk, banyak dana pensiun lain akan juga ikut masuk. Dan mereka sudah menyatakan perkembangan Indonesia itu positif," tambah Miranda.Bank Sentral, lanjut Miranda, akan terus menjaga agar nilai tukar rupiah tidak terlalu bergejolak. "Penguatan atau pelemahan itu tetap suatu pergerakan yang bisa diraba arahnya, agar pelaku bisnis bisa memperhitungkan berbagai risiko," tandasnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads