Nyaris 500 Saham Rontok, IHSG Sudah Terpangkas 145 Poin

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 26 Nov 2021 14:53 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini semakin melandai. Per pukul 14.45 WIB, IHSG tercatat sudah turun 146 poin (2,23%) ke level 6.552.

Sementara indeks LQ45 turun 24 poin (2,58%) ke level 940. Sedangkan kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah ada di level Rp 14.357.

Mengutip data RTI, Jumat (26/11/2021), hingga sore ini frekuensi perdagangan IHSG sudah ditransaksikan 1,5 juta kali dengan nilai Rp 15 triliun. Sebanyak 489 saham tercatat loyo, 100 saham tak bergerak, dan hanya 87 saham yang hijau.

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi pelemahan IHSG hari ini. Sentimen tersebut di antaranya bursa global yang melemah.

"Kejatuhan IHSG hari ini yang cukup dalam -1,4%, dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan domestik. Sentimen internal berupa koreksi bursa regional Asia yang cukup dalam Nikei -2,5%, Hangseng -2,3%, Strait Times -1,6%. Indeks Dow Futures juga mengalami koreksi -1,2% yang menunjukan ekspektasi koreksi pada bursa tersebut untuk perdagangannya hari ini," katanya kepada detikcom.

Dari dalam negeri, kata dia, tak banyak sentimen negatif. Beberapa sentimen yang berpengaruh di antaranya adalah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Undang-undang Cipta Kerja.

"Dari dalam sebenarnya tidak banyak sentimen negatif, beberapa sentimen negatif yang kami lihat seperti putusan MK untuk perbaikan UU Omnibus Law kepada DPR dan pemerintah dan kondisi tersebut menjadi momentum investor (khususnya domestik) untuk melakukan aksi jual," katanya.

Sementara Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, penurunan IHSG yang terjadi hari ini karena pelaku pasar khawatir munculnya varian baru virus Corona yang lebih kuat. Penurunan IHSG sendiri berbanding lurus dengan bursa Asia.

"Penurunan IHSG hari ini pasar khawatir akan virus varian baru yang bisa lebih kuat. Mayoritas bursa Asia juga turun signifikan hari ini," katanya.

(eds/das)