AUTO Bagi Dividen Rp 100/saham
Rabu, 26 Apr 2006 17:49 WIB
Jakarta - Perusahan spare part, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) akan membagikan dividen tunai sebesar 27 persen dari perolehan laba bersih 2005 yang sebesar Rp 279,03 miliar.Dividen yang akan dibagikan itu setara dengan Rp 100 per saham dengan total dividen Rp 77 miliar, yang akan dibayarkan pada 23 Juni 2006."Pembayarannya dilakukan pada 23 Juni untuk pemegang saham yang tercatat namanya sampai 9 Juni 2006," kata Presdir AUTO, Budi Setiawan Pranoto, usai RUPST di Gedung Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (26/4/2006).Triwulan I-2006Sepanjang triwulan I-2006, AUTO mencatat kenaikan laba bersih 17,1 persen menjadi Rp 90,02 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 76,88 miliar.Kenaikan laba bersih ini karena adanya pendapatan lain-lain yang berasal dari pelepasan saham anak usaha perseroan yaitu PT Senantiasa Makmur, sebesar 11 persen senilai Rp 70 miliar kepada Aisin Seiki Co Ltd.Namun meski laba bersih naik, penjualan perusahaan justru mengalami penurunan sebesar 20,8 persen menjadi Rp 717,43 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 905,7 miliar."Walaupun penjualan mobil turun 40 persen dan motor turun 24 persen pada triwulan-I, kita bisa menahan penurunan sale sampai 20 persen," kata mantan Wadirut AUTO Widya Wiryawan.Widya dalam RUPST hari ini resmi lengser dari jabatan wadirut AUTO yang disetujui pemegang saham. Selanjutnya Widya akan menjabat sebagai Direktur di anak perusahaan Astra lainnya PT Astra Agro Lestari Tbk.Dalam RUPST juga diangkat Direktur baru yakni Kartina Rahayu, sedangkan posisi wadirut diisi oleh Leonard Lembong.Sementara dalam acara seminar investasi di Hotel Nikko, Budi mengatakan, AUTO menargetkan dalam lima tahun kedepan, menjadi jawara di Asia Tenggara untuk penjualan enam komponen inti produk sepeda motor."Kita tidak bisa bersaing disemua produk, harus dipilih teknologi dibidang komponen tertentu, kita telah menguasai enam produk secara penuh dari engineering, desain proses hingga produksi," katanya.Budi optimistis, dengan berkonsentrasi di komponen sepeda motor pihaknya akan lebih berhasil. "Saya yakin kita bisa. Kata teman-teman di Jepang, kalau kualitasnya setara Original Equipment Machine (OEM) Cina tidak lebih murah," tutur Budi.Contohnya, ungkap Budi, untuk sepeda motor, Cina menetapkan harga komponen US$ 250-800 karena daya saing Cina di sektor ini mulai melemah.
(ir/)











































