Rupiah Terpental ke 8.840/US$
Rabu, 26 Apr 2006 17:56 WIB
Jakarta - Setelah terus menerus menguat, nilai tukar rupiah akhirnya terpental menjauhi level 8.800 per dolar AS. Permintaan korporasi menjelang akhir bulan dan faktor regional menjadi pemicunya.Pada penutupan perdagangan Rabu (26/4/2006), rupiah ditutup melemah pada level 8.840 per dolar AS. Sementara pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup menguat tajam pada level 8.810 per dolar AS.Meski melemah, namun menurut dealer aliran modal tetap masuk untuk pembelian Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Dalam lelang hari ini, likuiditas yang terserap mencapai Rp 49,64 triliun dengan rata-rata tertimbang SBI 1 bulan tetap 12,74 persen.Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom mengatakan, menguatnya nilai tukar rupiah terutama disebabkan oleh besarnya dana asing yang masuk. Meski sudah menguat hingga sekitar 10 persen, namun nilai tukar rupiah masih mampu menguat lagi. Penguatan rupiah ini dipicu oleh besarnya dana asing yang masuk. Dana-dana asing terus masuk untuk belanja-belanja saham dan portofolio lainnya seperti terlihat dari terus membubungnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).Dana itu berasal dari institusi besar seperti dana pensiun terbesar AS yakni California Public Employees' Retirement System (CalPERS). Dengan terus masuknya dana asing, Miranda meyakini nilai tukar rupiah masih bisa menguat lagi."Dana akan terus masuk banyak sehingga potensi untuk menguat untuk ada. Kita lihat saja kalau pasar Indonesia tetap menarik, tentu dananya akan masuk terus," ujar Miranda.
(qom/)











































